<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106</id><updated>2011-10-14T17:58:21.499+07:00</updated><category term='Puisi Bukan Puisi'/><category term='Belajar Menulis'/><category term='Award'/><category term='Sedikit Tentang Monas'/><title type='text'>SENJAKALA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-5453735506498966396</id><published>2010-10-14T14:10:00.005+07:00</published><updated>2010-10-14T14:21:24.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Mari beristirahat: membuat jeda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; Temaram senja merangkak pelan menuju peraduannya. Meski terlihat letih, masih saja berbagi keindahan sinarnya kepada bumi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Geliat kota menyambut malam. Berbagai rupa dan warna lampu bertengger bersiap menantang sinar rembulan di angkasa raya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Deretan kendaraan berdesakan mengisi ruas jalan yang saban hari tak pernah sepi. Wajah-wajah resah berderet penuhi trotoar. Menunggu angkutan, bersiap pulang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Pada sebuah perempatan, di sela-sela kendaraan yang saling berjejalan. Seorang anak dengan tulang tubuh yang masih ’rawan’, menghampiri tiap jendela mesin-mesin dengan body dan warna mengkilap. Ia bernyanyi dengan nada sumbang, mengharap sodoran tangan berisi sekeping logam menjulur dari dalam.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
&lt;span class="fullpost"&gt;
Sesekali harapan itu terwujud namun, tak banyak yang berakhir dengan lambaian. Dari jendela ke jendela. Terus mainkan gitar, berdendang, sesekali mengumpat kesal karena terlalu banyak penolakan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Peluh menggelayut pada wajahnya. Bibir trotoar menjadi tempat sejenak melepas lelah. Ia pun menumpahkan semua isi kantong plastik kecil, menghitung hasil kerja beberapa jam yang lalu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Selesai sudah penghitungan. Matanya kembali menatap pada antrian panjang kendaraan. Belum lah kaki kecil nya yang berdebu itu hilang letih, si bocah kembali berlari dan bernyanyi sumbang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
 &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;‘Sebuah Tontonan’&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Adalah sebuah wajah asli yang terlihat sekarang. Wajah-wajah yang terus bergentayangan di sekitar dan berada dekat dengan kita. Tak berpisah dan tak berjarak.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pemandangan yang senantiasa ada pada setiap jalan-jalan di Ibu kota negeri ini. Entah pengamen anak-anak, peminta-minta berusia tua, dan tuna wisma yang terpaksa hidup dari sisa-sisa kehidupan kota, atau para peminta uang dengan cara-cara kasar.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Mereka dan kita yang sedikit beruntung kini telah bersatu, melebur tanpa sekat. Dalam keseharian, setiap waktunya, sejak pagi hingga malam. Tak jarang sebagian dari kita menganggap ini adalah masalah yang kerap terjadi pada negara berkembang atau mungkin sebagian beranggapan hal ini persoalan biasa.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Mungkin memang benar ini persoalan bagi negara-negara ke tiga disudut dunia manapun. Mungkin benar juga bagi sebagian dari kita menganggap ini persoalan biasa. karena pemandangan seperti ini dapat dengan mudah kita dapati. Setiap hari.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Lalu, bagaimana bisa persoalan itu dapat menjadi suatu hal yang dianggap biasa? bukankah memerlukan suatu analisis yang mendalam dan data-data valid untuk mengetahui hal itu?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Secara sederhana cobalah kita mengingat kembali sepuluh atau dua puluh tahun belakangan, apakah fenomena serupa tidak pernah terjadi sebelumnya? kemudian lihat kembali masa sekarang, adakah perubahan berarti?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Persoalan yang kerap kita lihat ini layaknya sebuah sinetron berseri yang entah sampai kapan akan berakhir. Tetap tayang setiap waktu, tak pernah khawatir tertinggal karena ada tayangan ulang keesokan harinya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Seolah sebuah sinetron, maka persoalan kemiskinan sudah tidak lagi mengoyak-ngoyak hati kita sebagai manusia. Karena ia kini menjadi tontonan keseharian, dan kita pun menjadi bagian dari itu semua. Melebur satu. Tanpa batasan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sudah sepantasnya ketika menjadi satu bagian yang tidak dapat dipisahkan, kita dapat sekaligus mengenal dan saling mencintai serta berbagi satu sama lain. Namun, di jaman yang serba cepat ini kita seakan dipaksa (baik sadar maupun tidak) untuk selalu berusaha mengejar dan memenuhi tuntutan hidup yang kian hari kian tinggi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Kemudian kita pun terhanyut oleh itu semua, mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan tersier yang semakin mengalami pergeseran nilai guna dan fungsi yang sebagian darinya hanya menunjukkan status seseorang dari pergaulan sosial. Kita lalu berlomba memenuhinya. Mengatur taktik dan strategi, tetap fokus pada rencana, jika perlu menghalalkan segala cara guna mendapatkannya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Beberapa hal tersebut terkadang membuat kita lupa atas apa yang sedang terjadi selama ini. ’Menempatkan kebutuhan pribadi diatas segalanya’. Mengikis rasa dihati.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Lalu cobalah tanyakan pada teman mengenai cerita anak kecil pada awal tulisan ini, atau kisah yang kita lihat di jalan-jalan ibukota (apapun itu masalahnya) jika perlu bumbui dengan kritikan. Tunggulah sejenak apa yang teman kita katakan. Atau mungkin kita sudah dapat menebak jawabannya:&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Udahlah ngapain sih mikirin hal kayak begitu, mending mikirin diri sendiri. Masalah begitu mah biasa, namanya juga Indonesia!”&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;   
Selanjutnya, bayangkan lima atau dua puluh tahun ke depan. Adakah anak-anak kecil dengan rupa wajah, pakaian, alat musik yang berbeda tetap ada dijalan-jalan? Atau mungkinkah persoalan ini akan tinggal sejarah? Sementara (mungkin) sebagian besar dari kita memiliki jawaban yang sama atas pertanyaan pada paragraf diatas.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Hiruk pikuk kehidupan Jakarta memang tidak pernah tertidur. Nuasa elegan serta ke eklusif-annya semakin hari kian terasa. Mereduksi arti hakikat keberadaan kita sebagai manusia terhadap manusia lainnya. Energi pun hampir terkuras. Lelah mungkin terasa, memberi waktu kepada diri seolah susah karena lusa harus tetap jalani aktifitas.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Beristirahatlah sejenak dari segala hiruk pikuk kehidupan ini. Singkirkan sementara semua pekerjaan, laptop, handphone, tugas sekolah, diskon besar-besaran di mal. Carilah sudut yang sekiranya cukup nyaman, lalu duduklah dan perhatikan dengan seksama semua hal disekeliling pun tengoklah kembali ke dalam diri. Apa yang kau lihat dan kau rasa?&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-5453735506498966396?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/5453735506498966396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2010/10/temaram-senja-merangkak-pelan-menuju.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/5453735506498966396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/5453735506498966396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2010/10/temaram-senja-merangkak-pelan-menuju.html' title='Mari beristirahat: membuat jeda'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2625377047277102945</id><published>2010-10-13T19:27:00.012+07:00</published><updated>2010-10-13T19:53:33.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Alay : hanya sebutan atau ada makna lain?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Banyak istilah jaman sekarang. Ada yang bilang lebih dari lebay. Anak kampungan dibilang alay-alay. Cewek gampangan dibilang jablay...”&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Lagu “D’Allays” milik Superglad mengalun mewarnai sore ini. Bersaing dengan suara hujan yang menderu diluar seolah saling berlomba memperebutkan tempat di telinga.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Nada riangnya seakan mengajak tubuh ini bergoyang dan berdendang ikuti irama. Ingin rasanya hati menuruti rayuan itu, tapi enggan untuk memulainya. Hanya cukup mendengar dan memperhatikan lirik-lirik yang entah bermakna kritik atau sindiran, namun yang pasti lagu tersebut berhasil menangkap gejala perubahan sosial dimasyarakat.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
&lt;span class="fullpost"&gt;
Banyak sekali kosakata atau istilah baru yang digunakan dalam penulisan lirik ini, namun ada satu istilah yang cukup mengusik dan menjadi tren saat ini baik dikalangan anak muda atau masyarakat pada umumnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Alay salah satunya, yang juga menjadi judul dari lagu tersebut. Aku, kamu, kita mungkin sudah tidak asing lagi mendengar istilah tersebut yang saat ini trendi. Bahkan salah satu saluran televisi musik terbesar di dunia, MTV membuat sebuah program acara dengan tema MTV ALAY! yang entah apa maksudnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Hati pun tergelitik untuk mencoba mencari tahu apa arti dan bagaimana alay itu. Dunia maya pun dikunjungi, berbagai laman jejaring sosial dimasuki, forum pun dijelajahi hingga perbincangan singkat dengan beberapa orang dilakukan namun jawaban buram yang didapat.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Mengenai asal usul dan definisi secara pasti tentang alay tidak begitu jelas seakan muncul dengan sendirinya dan menyebar layaknya air mengalir mengikuti dataran yang lebih rendah. Sebagai sebuah istilah, yang jelas alay itu ‘diberikan’ kepada orang-orang yang dianggap berbeda.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Seperti penuturan Frans pemuda yang tinggal di wilayah Jakarta Selatan mengenai alay. Dengan gaya bicara cukup lincah ia mengatakan bahwa alay merupakan kepanjangan dari anak layangan, yang dekil, kucel, kumel serta memiliki warna rambut kemerahan seperti terbakar panas matahari. Dia juga menambahkan bahwa mereka yang diberi predikat alay, jika nongkrong tidak memiliki ‘modal’ serta sok mengikuti gaya dan kampungan. Hal senada juga diberikan oleh empat anak muda jakarta lainnya mengenai alay: kampungan. Kesan kampungan ini pula yang menurut saya kental akan nada diskriminasi terhadap mereka yang tidak memiliki akses informasi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kita mengetahui bahwa term kampungan berasal dari kata kampung yang berarti kesatuan administrasi terkecil yang menempati wilayah tertentu, terletak di bawah kecamatan; terkebelakang (belum modern); berkaitan dengan kebiasaan di kampung; kolot*. Dengan arti lain alay adalah mereka yang berada dikelas bawah dalam stratifikasi sosial.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kemunculan alay sebagai sebuah istilah kiranya perlu dilihat secara lebih luas. Banyak kesan miring melekat erat padanya. Bahkan tak jarang saya mendengar bahwa mereka yang diberi cap alay berasal dari wilayah yang bukan Jakarta (sebut saja kampung) hanya karena gaya berpakaiannya, dan dititik inilah terjadinya pengkotakan antara kampung dan kota. Tidak hanya itu banyak olokan dengan nada merendahkan yang ditujukan terhadap alay.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kesan negatif terhadap alay juga terjadi di dunia maya bahkan terkesan sebagai cyberbullying. Hal ini terlihat dari banyak blogger membuat tulisan yang mengarah pada pembentukan opini publik bahwa alay adalah masalah. Bahkan, ada beberapa orang (entah sengaja atau tidak) membuat page di Facebook bernama “pembenci alay” dan “anti alay”. Kedua page kontra alay itu bahkan disukai ribuan orang pengguna jejaring sosial tersebut.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Hal lainnya yang juga tidak kalah menariknya adalah banyaknya tulisan yang dengan seenaknya memberikan kriteria atau pun ciri dari alay bernada sinis dan merendahkan. Mulai dari selera musik, penggunaan gaya bahasa** , model rambut, hingga gaya berpakaian. Semua hal mengenai ciri-ciri alay itu sama sekali tidak masuk akal dan tidak valid serta cenderung men-stereotip-kan seseorang atau kelompok orang tertentu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Munculnya persoalan ini ke permukaan terjadi karena adanya distribusi pendapatan (kepemilikan alat produksi dan modal) yang tidak merata dimasyarakat serta gaya hidup perkotaan yang jauh dari kesan sederhana. Hal itu tentu sangat mempengaruhi kondisi seseorang yang berusaha mengekspresikan dirinya agar tetap mendapat tempat dilingkungannya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pembangunan pusat perbelanjaan yang mewah, tayangan iklan baik di televisi maupun dipinggir-pinggir jalan menjadi faktor penambah pembentukan pola pikir masyarakat. Seperti iklan perumahan, mobil, telepon genggam, aliran musik serta lokasi ‘nongkrong’ telah mengalami pergeseran makna dan menentukan kelas sosial seseorang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Persoalannya kemudian adalah, jika pendapatan yang tidak merata serta arus gaya hidup perkotaan yang begitu cepat dan mewah menjadi halangan bagi mereka yang tidak memiliki banyak uang, maka sebagian dari mereka itu akan berusaha mengikutinya semampu apa yang bisa dilakukan, karena orang-orang yang dicap sebagai alay juga memiliki hak untuk menikmati dan mengkespresikan diri. Jika seperti ini layak kah istilah alay itu tetap digunakan?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
* Kamus besar bahasa indonesia
**Penggunaan gaya bahasa yang terlihat berbeda ini sering ditemui pada penulisan pesan singkat (sms), atau pun facebook. Bahkan, ada sebuah aplikasi khusus menerjemahkan ’bahasa alay’ berbasis web bernama ’The Simple "ALAY" Text Generator’, tampaknya pula si pembuat aplikasi ini adalah orang yang juga tidak menyukai alay. Terlihat dari deskripsi aplikasi tersebut yang tertulis ”Generator buat bikin tulisan orang-orang alay yang menyebalkan... menjijikkan...” (http://alaygenerator.co.cc/)
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-2625377047277102945?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/2625377047277102945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2010/10/alay-hanya-sebutan-atau-ada-makna-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2625377047277102945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2625377047277102945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2010/10/alay-hanya-sebutan-atau-ada-makna-lain.html' title='Alay : hanya sebutan atau ada makna lain?'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1738696497236563181</id><published>2010-04-28T14:39:00.005+07:00</published><updated>2010-04-28T14:59:21.802+07:00</updated><title type='text'>Hari Bumi di 'Taman Impian'</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;
Ancol, 25 April 2010. Waktu mendekati pukul 4:30 Wib pagi hari. Di angkasa raya bulan masih menggantung dengan malas. Perlahan taman impian jaya ancol (tija), mulai menunjukkan geliatnya. Satu dua orang dengan pakaian olahraga berlari-lari susuri aspal yang entah akan menuju ke arah mana.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Saya bersama teman-teman, tengah berjalan menuju salah satu halte shuttle bus yang disediakan khusus bagi para pengunjung tempat rekreasi tersebut. Adapun tujuan dan maksud kami menuju salah satu halte bis tersebut bukan untuk menaiki bis dan berkeliling menikmati kawasan rekreasi yang dibangun pada tahun 1966 itu, melainkan menyiapkan atau lebih tepatnya sedikit menghias tempat tersebut untuk dijadikan sebuah pos yang kemudian diberi nama ‘pos gaya hidup hijau'.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Merubah halte sebagi pos? ya, sebuah pos yang berisi informasi mengenai pemilahan sampah dan nantinya akan dikunjungi oleh orang-orang bersepeda yang tergabung dalam satu kelompok dengan nama kelompok tertentu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Tidak hanya pos yang kami buat saja yang akan dikunjungi oleh mereka, tetapi tiga pos lainnya dengan isi materi dan nama berbeda sudah disiapkan untuk menyambut para peserta sepeda santai itu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April lalu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
                                                             ***&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sudah sejak kemarin sore saya beserta puluhan orang lainnya yang terdiri dari orang tua dan kaum muda tiba di lokasi wisata tepi pantai kota Jakarta ini. Kehadiran kami untuk mempersiapkan kegiatan peringatan hari bumi, hari dimana yang menurut beberapa orang berfungsi untuk mengingatkan manusia akan kondisi bumi yang kian hari semakin ringkih akibat kerusakan yang dibuat oleh manusia sendiri.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Berbicara mengenai hari bumi, perlu sedikit disinggung dahulu mengenai bagaimana awal dan tujuan diadakannya hari bumi itu sendiri. Secara singkat hari bumi pertama kali dicetuskan oleh salah satu anggota senat Amerika Serikat (AS) pada tahun 60-an, &lt;b&gt;Senator Gaylord Nelson&lt;/b&gt;  yang berniat untuk menjadikan persoalan lingkungan hidup sebagai salah satu agenda politik nasional di AS.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Perjuangan panjang kiranya yang dilakukan oleh Nelson untuk menjadikan permasalahan lingkungan masuk pada tingkatan agenda politik nasional di negera asal Mc. Donald tersebut. Bagaimana tidak, diera itu isu lingkungan hidup tidak popular dikalahkan oleh persoalan dalam dan luar negeri AS : politik, ideology, ekonomi, perang dll&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pada tahun 1962-lah, merupakan titik awal dimulainya sebuah ide membuat hari bumi yang merupakan sebuah &lt;i&gt;miles stone&lt;/i&gt; untuk menjadikan persoalan lingkungan sebagai salah satu agenda politik nasional AS. Ketika itu Nelson, mencetuskan ide untuk membuat tur nasional ke wilayah-wilayah konservasi yang ada di AS dengan mengikut sertakan Jhon F. Kennedy (JFK), presiden AS saat itu ke dalam rencananya. Ide senator Negara adi daya itu baru terwujud pada September 1963 dengan mengunjungi sebelas wilayah konservasi selama lima hari dimana JFK turut serta dalam perjalanan itu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Usaha yang dilakukan Nelson, saat selesai melakukan tur nasionalnya belum berhasil membawa persoalan lingkungan ke dalam gedung putih. Usahanya itu pun berlanjut dengan melakukan kunjungan ke 25 negara bagian AS untuk melakukan diskusi dengan berbagai kalangan masyarakat mengenai kondisi kerusakan lingkungan yang telah terjadi. Gayung pun bersambut, usaha tersebut sedikit membawa dampak positif : masyarakat menjadi peduli meski para politisi tidak.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Gerakan yang dilakukan Nelson, dengan melakukan pembicaraan dengan berbagai kalangan masyarakat itu terus berlanjut hingga musim panas tahun 1969. Pada tahun ini berbarengan dengan semakin meningkatnya arus gelombang protes menolak perang Vietnam yang telah merambah berbagai kalangan dan juga kampus-kampus disetiap pelosok Negara bagian. Namun, dengan ada nya protes besar-besaran terhadap perang Vietnam, Nelson menemukan sebuah taktik dan strategis untuk menjadikan persoalan lingkungan masuk ke dalam agenda politik nasional di negaranya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Di titk inilah Nelson mulai berpikir untuk membagi informasi kepada para demonstran anti perang Vietnam yang kebanyakan para mahasiswa dan kaum muda soal kerusakan lingkungan yang telah terjadi. Dengan kata lain Nelson mulai merangkul tingkatan &lt;i&gt;grassroots&lt;/i&gt;. Seiring berjalannya waktu hasil dari usahanya menunjukkan hasil yang cukup mengaget kan dirinya sendiri, dan ini terlihat pada tahun 22 april 1970 ribuan demonstran turun ke jalan terdiri dari pelajar, mahasiswa dan kelompok-kelompok local menuntut reformasi di bidang lingkungan hidup.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
***&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Apa yang dilakukan oleh Senator Gaylord nelson perlu mendapatkan acungan jempol, atas usahanya membawa persoalan lingkungan hidup menjadi salah satu agenda politik nasional di AS. Terlebih di era tersebut tidak lah mudah untuk memperjuangkan sesuatu hal yang bukan bagian dari &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; dari arus politik dalam negeri AS.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kini, era Nelson telah berlalu. Hari bumi sudah dikenal orang, banyak Negara-negara (mungkin tidak semua) telah menjadikan permasalahan lingkungan hidup menjadi agenda politik nasional masing-masing Negara. Namun, untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup tentu tidak segampang membalikkan telapak tangan. Terutama di zaman yang serba cepat dan canggih dimana tingkat konsumerisme kian tinggi. Jangan kan melawan suatu perusahaan-perusahaan besar yang melakukan perusakan lingkungan, membuat semua lapisan masyarakat menjadi lebih perduli pun tidak mudah.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Banyak orang kini lebih tertarik membicarakan gossip selebritis yang sedang booming dari pada sekedar membicarakan semakin panasnya suhu di Jakarta, atau kondisi hutan Indonesia yang perlahan mulai menghilang. Orang lebih suka datang pada pesta diskon yang dibuat di mal-mal ketimbang berdiskusi bahwa semakin menumpuknya sampah hasil dari barang-barang yang kita beli.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Persoalannya kemudian, apakah tindakan yang dilakukan sebagian besar masyarakat kita itu salah? Saya pikir tidak. Karena mereka hanya lah korban dari kepentingan modal yang mengarahkan kita untuk mengkonsumsi barang tanpa melihat nilai guna, fungsi, serta kebutuhan. Dan hal ini tidak hanya terjadi pada barang-barang seperti pakaian, sepatu dan makanan saja, namun juga semua hal.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
lihat saja bagaimana sebuah iklan rumah hunian yang dibangun baik di tepi pantai atau tidak selalu menyuguhkan hal-hal yang baik, bagus, indah, harmonis serta berkelas. Hal itu tentu saja menutupi apakah bangunan yang didirikan tersebut memperhatikan AMDAL, dibangun di daerah resapan air kah, dan lainnya. Hal serupa juga terjadi pada iklan mobil yang menunjukkan tampilan berkelas dan elegan hingga memberikan kesan identitas si pemilik tersebut dan melupakan hal kecil namun penting : seberapa besar penggunaan bahan bakar yang nantinya menghasilkan CO2.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Begitu pun dengan tayangan iklan tempat rekreasi yang menampilkan wahana baru, permainan baru yang dapat memberikan kesenangan baru meskipun kita tahu bahwa semua bentuk kesenangan tersebut adalah dunia imajinasi yang tak mungkin dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika sudah seperti ini, tidak mungkin orang sempat berpikir, seberpa besar konsumsi listrik yang digunakan untuk menjalankan setiap wahana permainan itu dan berapa banyak CO2 yang menumpuk di atmosfer hingga membuat bumi semakin panas tiap harinya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pada titik inilah kiranya tantangan baru terhadap ekosistem lingkungan hidup terbentang luas, dimana tantangan itu tidak lagi berupa perusahaan atau pun institusi Negara yang memapankan penebangan hutan dlsb. Ia telah berevolusi, berada dekat kita dan dapat ditemui sehari-hari. ia adalah symbol-simbol yang dapat mengarahkan manusia untuk mengkonsumsi secara terus menerus. Dan membuat kita terlena serta lupa untuk bertanya kepada diri sendiri apakah semua benda-benda yang kita beli dan pergunakan ramah lingkungan? Bagaimana proses produksinya? Semua itu tertutupi oleh segudang keindahan, eksotika, kecantikan, harmoni dan lain-lain yang serba elok : membuat semua “indah” belaka. Melihat kondisi seperti ini saya jadi teringat bagaimana Jean Baudrillard pada buku-bukunya soal symbol/tanda yang secara garis besar menggambarkan bagaimana lingkungan manusia memang telah berubah, mengalami mutasi dari lingkungan flora dan fauna menjadi lingkungan billboard.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
***&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Matahari pun merangkak naik, para peserta sepeda santai sudah menyelesaikan perjalanannya. Perayaan hari bumi tahun ini selesai sudah. Wajah-wajah segar menunjukkan kelelahan dengan sorot mata memancarkan perasaan senang, mungkin dalam hati masing-masing berharap semoga semua orang makin peduli terhadap lingkungan hidup. Saya beserta teman-teman yang berada di pos sejak tadi pagi bergegas merapikan halte tersebut seperti sedia kala dan segera pergi meninggalkan Taman Impian Jaya Ancol segenap dengan kesenangan imajinatif nya. Selamat Hari Bumi!
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-1738696497236563181?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/1738696497236563181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2010/04/hari-bumi-di-taman-impian.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1738696497236563181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1738696497236563181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2010/04/hari-bumi-di-taman-impian.html' title='Hari Bumi di &apos;Taman Impian&apos;'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-7328678657432835827</id><published>2009-08-28T14:40:00.007+07:00</published><updated>2009-08-29T20:22:55.083+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Award dan Musik Anak-anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SpeKdhHrn3I/AAAAAAAAADk/hDLAgmlQCA8/s1600-h/Award+dj+09.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 245px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SpeKdhHrn3I/AAAAAAAAADk/hDLAgmlQCA8/s320/Award+dj+09.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374916920001404786" /&gt;&lt;/a&gt;

Sebuah postingan cukup menarik yang saya temukan pada blog &lt;a href="http://another-reni.blogspot.com"&gt;The Others&lt;/a&gt; milik Ibu reni, begitu saya menyapa nya. Pada postingan yang diberi judul &lt;a href="http://another-reni.blogspot.com/2009/08/musik-dan-anak-anak.html"&gt;Musik Dan Anak-anak&lt;/a&gt; beliau menceritakan bagaimana di masa sekarang ini banyak anak-anak yang melantunkan lagu-lagu orang dewasa. Sangat miris memang, anak yang seharusnya bertingkah dan berperilaku layak nya seorang anak-anak tidak seharusnya disuguhkan oleh menu-menu yang belum saat nya di terima.&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Hal itu terkait dikarenakan minim nya penciptaan lagu anak-anak yang sarat makna seperti Ibu Soed, A.T Mahmud dan lain-lainnya di jaman sekarang ini serta menuruti kemauan pasar yang selalu mencari keuntungan. Lihat saja tayangan-tayangan televisi yang mengadakan berbagai lomba menyanyi dan sejenisnya, semua bertemakan lagu-lagu "cinta" orang dewasa.&lt;br&gt;&lt;/br&gt;  
&lt;span class="fullpost"&gt;
Ekploitasi anak itulah kiranya yang saat ini terjadi. Menjadi artis, terkenal dan punya uang banyak, anak-anak diarahkan sebagai mesin pencari keuntungan oleh orang-orang yang hanya memikirkan materi.&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Tidak terbayangkan nasib generasi muda di tanah ini nantinya, jika sedari kecil di jejali oleh mimpi muluk pemilik modal.&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Melihat seorang anak kecil melantunkan sebuah lagu orang dewasa memang terlihat lucu, namun akan lebih Indah jika seorang anak bergaya dan berperilaku layaknya seorang anak kecil yang polos, lugu serta mengenal budaya "Ibu" nya.&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Tak lupa saya akan memberikan award ini kepada para sahabat saya dengan harapan lebih meluangkan waktunya untuk sekedar melihat dan memikirkan terhadap perkembangan musik anak-anak di nusantara. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Quo Vadis&lt;/span&gt; lagu anak-anak?&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
1. &lt;a href="http://koleksi-osi.blogspot.com/"&gt;Diary Osi&lt;/a&gt;
2. &lt;a href="http://www.masprinet.co.cc/"&gt;Mas Pri&lt;/a&gt;
3. &lt;a href="http://inamuth2.blogspot.com/"&gt;Ina&lt;/a&gt;
4. &lt;a href="http://bali-piknik.blogspot.com/"&gt;Bali piknik&lt;/a&gt;
5. &lt;a href="http://myemo83.blogspot.com"&gt;La viva&lt;/a&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-7328678657432835827?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/7328678657432835827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/senuah-award-dan-musik-anak-anak.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/7328678657432835827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/7328678657432835827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/senuah-award-dan-musik-anak-anak.html' title='Sebuah Award dan Musik Anak-anak'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SpeKdhHrn3I/AAAAAAAAADk/hDLAgmlQCA8/s72-c/Award+dj+09.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1781309845811455619</id><published>2009-08-28T14:00:00.002+07:00</published><updated>2009-08-28T14:32:17.370+07:00</updated><title type='text'>Award : terima kasih untuk blog aku dan perempuan ku.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SpeBhAaE2_I/AAAAAAAAADc/7YhOdx_5W4c/s1600-h/Award.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 147px; height: 159px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SpeBhAaE2_I/AAAAAAAAADc/7YhOdx_5W4c/s320/Award.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374907084335012850" /&gt;&lt;/a&gt;

Terima kasih kepada &lt;a href="http://akudanperempuanku.blogspot.com"&gt;Stand My Ground&lt;/a&gt; yang udah ngasih award ini buat senjakala...well ga usah banyak basa-basi lagi blog ini akan saya bagikan kembali kepada 7 sobat saya...mereka adalah :&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
1. &lt;a href="http://another-reni.blogspot.com"&gt;Ibu Reni&lt;/a&gt; yang telah memberikan award kepada saya
2. &lt;a href="http://lialuv.blogspot.com"&gt;Mbak Lia&lt;/a&gt;
3. &lt;a href="http://www.masdoyok.co.cc/"&gt;Mas Doyok&lt;/a&gt;
4. &lt;a href="http://nadjatirta.blogspot.com/"&gt;Mas Najda Tirta&lt;/a&gt;
5. &lt;a href="http://www.meriam-sijagur.com/"&gt;Bang Jagur&lt;/a&gt;
6. &lt;a href="http://seputarobat.blogspot.com/"&gt;Seputar obat&lt;/a&gt;
7. &lt;a href="http://gustigadas.blogspot.com/"&gt;Owam's&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
okeh, bagi yang menerima award ini ada syarat nya perhatikan baik2 ya soal nya ini datang dr yang ngasih award ini ke saya :&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Berikut aturan yang harus dijalankan penerima award&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
1. Link the person who tagged you (Tautkan dengan orang yang men-tag kamu).
2. Copy the image above, the rules and the questionnaire in this post (Kopikan gambar di atas berikut aturan dan pertanyaan pada postingan ini).
3. Post this in one or all of your blogs (Posting award ini pada satu atau pada semua blog milik kamu).
4. Answer the four questions following these Rules (Jawab empat pertanyaan di bawah dengan mengikuti aturan yang ada).
5. Recruit at least seven (7) friends on your Blog Roll by sharing this with them (Rekrut sedikitnya tujuh orang teman yang ada pada Blog Roll kamu lalu berbagi award ini dengan mereka).
6. Come back to BLoGGiSTa iNFo CoRNeR (PLEASE DO NOT CHANGE THIS LINK) at http://bloggistame.blogspot.com and leave the URL of your Post in order for you/your Blog to be added to the Master List (Kunjungi BLoGGiSTa iNFo CoRNeR (Jangan ubah linknya) di http://bloggistame.blogspot.com dan tinggalkan URL blog kamu untuk ditambahkan ke Master List).
7. Have Fun! (Selamat bersenang-senang!)&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Questions &amp; Your Answers (Pertanyaan &amp; Jawaban):&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
1. The person who tagged you (Orang yang me-tag kamu): blackcurrantz
2. His/her site's title and url (Judul situs dan url-nya): blackcurrantz (http://www.idhanz.co.cc)
3. Date when you were tagged (Tanggal ketika men-tag kamu): August 20,2009
4. Persons you tagged (Orang-orang yang kamu tag atau beri award):&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
So, buat para sobat blogger yang mendapat kan award ini silah kan di ambil ya...
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-1781309845811455619?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/1781309845811455619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/award-terima-kasih-untuk-blog-aku-dan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1781309845811455619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1781309845811455619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/award-terima-kasih-untuk-blog-aku-dan.html' title='Award : terima kasih untuk blog aku dan perempuan ku.'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SpeBhAaE2_I/AAAAAAAAADc/7YhOdx_5W4c/s72-c/Award.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-6177589341552501475</id><published>2009-08-12T19:46:00.007+07:00</published><updated>2009-08-12T20:22:52.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Terima Kasih untuk Blog My Life and My Love</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SoK_C23pwKI/AAAAAAAAADU/7FKfY-mqN7o/s1600-h/award+sastra+radio.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SoK_C23pwKI/AAAAAAAAADU/7FKfY-mqN7o/s320/award+sastra+radio.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369063761588633762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Terima kasih kepada si pemberi award ini yaitu mas yang punya blog, &lt;a href="http://gustihana.blogspot.com/"&gt;my life and my love&lt;/a&gt;, mas gus (begitu saya memanggil teman saya yang baik itu).&lt;br&gt;&lt;/br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
Hmmm...jadi silahkan Sobat Blogger yang belum tau blog my life and my love silahkan klik pada kalimat yang warnanya beda...just for you info, blog itu udah dapat banyak award lo dan tentunya keren...jadi siapa tau klo kalian berkunjung akan ke-cepretan award juga dari blogger lain hehehehe...&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Ini award ketiga yang diterima oleh blog senjakala. Award Pertama itu dari sobat &lt;a href="http://duabelasipa1.blogspot.com/"&gt;Imam Setiawan&lt;/a&gt; award nya keren ber-back link. Kemudian award kedua saya yang bertajuk award friendship Diary Osi. Award yang satu ini berbeda dengan kedua award yang lain. Berbentuk audio visual. Musik, lembut di padu dengan kalimat-kalimat yang sejuk di baca oleh mata, membuat kita betah, menatap layar kaca. Klo gak percaya coba aj kunjungi &lt;a href="http://koleksi-osi.blogspot.com/"&gt;blog diary osi&lt;/a&gt;, orang nya ramah lho dan sepertinya penuh cinta...klo tetep gak percaya ya langsung klik hyperlink nya...!!! hehehe...
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-6177589341552501475?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://duabelasipa1.blogspot.com/' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://gustihana.blogspot.com/' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://koleksi-osi.blogspot.com/' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/6177589341552501475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/terima-kasih-untuk-blog-my-life-and-my.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/6177589341552501475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/6177589341552501475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/terima-kasih-untuk-blog-my-life-and-my.html' title='Terima Kasih untuk Blog My Life and My Love'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SoK_C23pwKI/AAAAAAAAADU/7FKfY-mqN7o/s72-c/award+sastra+radio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2908000526747573607</id><published>2009-08-09T19:20:00.006+07:00</published><updated>2009-08-09T23:36:38.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Bom waktu itu bernama e-waste</title><content type='html'>Penemuan mesin uap di tahun 1789 telah menjadi titik tolak bagi perkembangan arus &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;teknologi&lt;/span&gt; di dunia. Berbagai rentetan penemuan lahir sejak saat itu. Kapal laut, kereta api hingga sinar x, meretas sekaligus mendorong penciptaan-penciptaan berikutnya pada bidang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;teknologi&lt;/span&gt; hingga saat ini.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Tidak dapat di pungkiri bahwa, terjadi nya perubahan besar pada ranah teknologi telah membantu umat manusia dalam memudahkan semua aktifitas nya di segala bidang. Kehidupan kini semakin mudah, pun dunia seolah semakin kecil.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Permasalahan waktu serta jarak dinilai bukan lagi sebagai halangan berarti. Liar nya belantara hutan dengan mudah dapat di taklukan dengan mesin-mesin besar berkemampuan luar biasa.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pergi ke belahan bumi bagian barat tak lagi berminggu-minggu, dengan pesawat cukup-lah hitungan hari. Pembukaan hutan, tak perlu mengorbankan nyawa banyak pekerja, cukup satu orang mengoperasikan sebuah alat besar, ratusan pohon tumbang dengan cepat.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Perbincangan masalah bisnis hingga hubungan jarak jauh pasangan kekasih kini semakin dekat sejak teknologi komunikasi semakin maju. Bahkan peristiwa yang terjadi nun jauh di berbagai dunia dapat diketahui dari rumah kita sendiri.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sungguh hal yang sangat luar biasa. Bahkan James Watt pun, mungkin tidak akan mempercayai bahwa penemuannya itu telah menjadi sumbu ledakan terdahsyat dalam kemajuan teknologi sekarang ini.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Bak kartu domino yang di urutkan berdiri memanjang. Jika salah satu ujung nya di jatuhkan maka, akan menimpa kartu yang berada di depan nya begitu pun selanjutnya hingga tak ada kartu yang tersisa.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Seperti itulah yang terjadi terhadap perkembangan teknologi, berawal dari satu hal melahirkan banyak hal. Mulai dari benda sederhana hingga benda-benda berteknologi rumit. Memudah kan kehidupan meringankan pekerjaan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Namun, dari serangkaian efek tersebut tanpa disadari juga memberikan efek buruk terhadap keberlangsungan kehidupan bumi serta isinya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Dari sekian banyak dampak negatif dari kemajuan teknologi, sampah elektronik lah e-waste : electronic waste) yang kini menjadi sorotan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Hey, tunggu sebentar. Kenapa harus e-waste yang dibahas? Bukankah dampak terjadinya revolusi teknologi yang paling buruk adalah penebangan hutan, energi nuklir, ekploitasi barang tambang, polusi dan yang paling parah adalah tergesernya manusia dari pekerjaannya pada bidang industri.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Benar adanya, apa yang tertulis pada paragraf diatas. Tapi, coba lah melihat di sekitar kita. Berapa banyak jumlah penggunaan barang elektronik di masyarakat dan kemudian berakhir begitu saja. Semakin bertumpuk setiap harinya. Dan itu ada di dekat kita.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Lalu apa itu e-waste atau sampah elektronik? E-waste merupakan limbah yang berasal dari barang-barang elektronika baik yang sudah rusak atau pun sudah tidak dipergunakan kembali. Perlu di ketahui bahwa komponen-komponen dari produk elektronik tersebut mengandung bahan beracun berbahaya (B3).&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href=" http:/artukat.com/umum/e-waste"&gt;Setiap tahunnya 20-50 juta ton limbah elektronik di hasilkan&lt;/a&gt;. Pembuangan nya pun tidak melalui proses yang cukup baik. Dengan jumlah yang sungguh luar biasa tersebut serta kandungan B3 di dalamnya, jika terakumulasi maka lambat laun akan masuk kedalam tubuh mahluk hidup.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sepintas dapat dilihat bahwa limbah elektronik saat ini belum menjadi suatu hal yang  membahayakan bagi dunia. Di Indonesia sendiri penelitian mengenai efek buruk dari limbah tersebut belum lah ada.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Mungkin kita tak pernah membayangkan, semua peralatan elektronik yang saat ini dimiliki akan menjadi ancaman bagi diri sendiri.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Namun, dari sekian banyak jumlah peralatan elektronik di rumah kita, telepon genggam lah yang perlu di waspadai. Teknologi yang tergolong semi  konduktor ini, memang terlihat sangat tidak membahayakan karena fungsi serta bentuk nya yang menarik.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Tidak hanya efek radiasi dari pancaran sinyal radio saja yang di sebabkan oleh telepon selular, &lt;a href=" http://beker07.wordpress.com/2008/09/18/mewaspadai-bahaya-lain-ponsel/"&gt; namun juga material-material timbal (lead), tembaga, logam mercury, serta plastik yang terdapat pada hp &lt;/a&gt;, sangat lah berbahaya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Walaupun kandungan B3 di dalam satu unit telepon genggam jumlah nya sedikit, tetapi dengan produk handphone yang &lt;a href=" http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/news/artikel_cetak.php?aid=28322"&gt; mencapai angka 3 miliar di dunia pada tahun 2008&lt;/a&gt;, kita bisa menebak berapa besar pula jumlah zat berbahaya nya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sedang kan untuk Negara kita sendiri &lt;a href="http://beker07.wordpress.com/2008/09/18/mewaspadai-bahaya-lain-ponsel/"&gt; pengguna telepon selular mencapai angka 7,4 juta pada April 2007&lt;/a&gt;, dan sebagian besar nya terdapat di wilayah Jabodetabek. Belum lagi dengan gaya hidup masyarakat yang saat ini memandang hand phone layak nya sebuah trend fashion yang harus di ganti kala munculnya produk terbaru.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Usia telepon genggam yang dapat mencapai 8 tahun kini dengan paradigma tersebut hanya mungkin digunakan selama 1 hingga 2 tahun. Ketika tidak di gunakan akan kita jual.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Lalu apakah kita akan merasa tidak melakukan hal yang merusak lingkungan? Jika anda berfikiran seperti itu, maka selamat anda telah mengorbankan generasi berikutnya yang di dalam nya terdapat anak, adik, serta anggota keluarga anda yang terbilang berusia muda.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kok bisa?  Coba bayangkan jika di wilayah rukun tetangga (RT) anda, per rumah nya memiliki 2 buah hand phone kemudian kalikan dengan banyaknya rumah yang berada di wilayah tersebut berapa jumlah nya. Lalu akumulasikan dengan jumlah pemilik “benda ajaib” itu dari RT yang lainnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kita mungkin menganggap saat ini bahaya limbah elektronik tidak terlalu mengancam keberlangsungan kehidupan, namun dampak buruk dari limbah elektronik terus mengintai kita hingga tiba saat nya maka sekejap semua akan menjadi korban.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sebuah bom waktu yang entah disadari atau tidak telah kita ciptakan sendiri – dari sebuah benda sederhana bernama hand phone – untuk masa depan generasi berikutnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Inilah efek buruk dari deretan kartu domino yang salah satu ujungnya telah di jatuh kan oleh James Watt, dan terus berlangsung hingga tiada kartu yang tersisa. Lalu apakah kita menambahkan deretan panjang kartu domino hanya untuk menambah efek buruk nya saja? Tanpa memberikan kontribusi positif seperti para pendahulu kita bagi kehidupan?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Keberlangsungan dari seluruh isi bumi ini bukan di tangan pemerintah, Negara-negara maju, LSM, PBB, namun kita sendiri. You Rule!!!&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Berikut merupakan zat-zat berbahaya yang berada di dalam e-waste :&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Timah&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
suatu racun syaraf, juga membahayakan ginjal dan sistem reproduksi. Bahkan paparan timah kadar rendah sekalipun dapat merusak perkembangan mental anak.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PVC&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
jika dibakar jadi abu menghasilkan dioksin yang sangat beracun&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bromin&lt;/span&gt;
menyebabkan kerusakan tiroid &amp; mengganggu perkembangan janin&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Barium&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
menyebabkan gangguan lambung dan usus, kelemahan otot, kesulitan bernapas, kenaikan ataupun penurunan tekanan darah&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kromium&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
menghirup bentuk heksavalen dari kromium dapat merusak hati dan ginjal, meningkatkan resiko kanker paru-paru, serta mneyebabkan bronkitis asma&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Merkuri&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
merusak otak dan ginjal, berbahaya bagi perkembangan janin dan bisa berpindah melalui air susu ibu&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berilium&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
merupakan karsinogen dan debunya dapat menyebabkan penyakit paru-paru&lt;br&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kadmium&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
paparan jangka panjang dari karsinogen ini dapat merusak ginjal dan tulang&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
(Sumber : http://artukat.com/umum/e-waste)&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kutipan : klik hyperlink nya
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-2908000526747573607?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/2908000526747573607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/bom-waktu-itu-bernama-e-waste.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2908000526747573607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2908000526747573607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/bom-waktu-itu-bernama-e-waste.html' title='Bom waktu itu bernama e-waste'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-8517026874255076049</id><published>2009-08-04T22:54:00.003+07:00</published><updated>2009-08-12T20:23:37.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>My first award : Thanks To Imam Setiawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnhaU9sx7NI/AAAAAAAAADM/LeAAZhFnHQA/s1600-h/award11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnhaU9sx7NI/AAAAAAAAADM/LeAAZhFnHQA/s320/award11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366138272218213586" /&gt;&lt;/a&gt;



Benar2 sesuatu yang gak di sangka. tiba2 bisa dapet award ini. Saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada sahabat saya,&lt;a href="http://duabelasipa1.blogspot.com"&gt;imam setiawan&lt;/a&gt; yang sudi memberikan award ini kepada saya.  Award yang ber-backlink, sehingga dapat meningkatkan traffic blog. Maka, bagi para sahabat  blogger yang mendapatkan award ini akan mendapatkan back link secara otomatis&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Selanjutnya saya akan memberikan award ini kepada para sahabat saya yakni :
&lt;a href="http://nadjatirta.blogspot.com"&gt;1. Nadja Tirta&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://www.deniawliyas.co.cc"&gt;2. Deni&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seputarobat.blogspot.com"&gt;3. Adi&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://myemo83.blogspot.com"&gt;4. La Viva&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://prys.ilovebogor.com/"&gt;5. Pry. S&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://njowotenan.blogspot.com/"&gt;6. cah ndueso&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://ahmadsabihin.blogspot.com/"&gt;7. bebas ide&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://www.masprinet.co.cc/"&gt;8. Supriyadi&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://gustigadas.blogspot.com/"&gt;9. Owam's&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://mudamerah.blogspot.com"&gt;10. Solar Generation&lt;/a&gt;


Namun ada ketentuan dan syarat nya nih kata si Imam yang ngasih award ini kepada saya. 
&lt;span class="fullpost"&gt;
Ia mengatakan bahwa, sebelum memasang award ini di wajib kan, kudu dan harus memberikan award ini kepada 10 teman yang lain serta memasang link-link dibawah ini.

&lt;a href="http://boybloglinux.blogspot.com/"&gt;1.Rizky&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://omtomi.blogspot.com/"&gt;2. Omtomi&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://rockmusik-net.blogspot.com"&gt;3. Blognya ipank&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://rockmusik-net.blogspot.com"&gt;4. My Music&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://avancalinux.blogspot.com/"&gt;5. Avanca Linux&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://designofpassion.blogspot.com/"&gt;6. Ote Tatsuya&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://deogracias86.blogspot.com/"&gt;7. Deogracias&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://ridowahyudi.blogspot.com"&gt;8. Akhi Rido Wahyudi&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://duabelasipa1.blogspot.com"&gt;9. Imam setiawan&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://senjakalahati.blogspot.com"&gt;10. Senja&lt;/a&gt;
&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Selain itu ini tata cara untuk memasang award ini:
sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan trafik tambahan.
Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.”&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Selamat mengambil award-nya, sobat. Tetap jalin silaturrahim kepada para blogger agar blog sobat cepat naik trafik pengunjungnya. Selamat kepada para sahabat blogger yg mendapat award.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Mudah-mudahan, jika hal ini dilakukan dengan benar, maka akan mendapat back link nya.
Serta semakin menambah semangat kita semua untuk berblogging ria...&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Salam Hangat&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Senja








&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-8517026874255076049?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/8517026874255076049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/my-first-award-thanks-to-imam-setiawan.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/8517026874255076049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/8517026874255076049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/my-first-award-thanks-to-imam-setiawan.html' title='My first award : Thanks To Imam Setiawan'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnhaU9sx7NI/AAAAAAAAADM/LeAAZhFnHQA/s72-c/award11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-5586761773791003019</id><published>2009-08-02T04:25:00.002+07:00</published><updated>2009-08-02T12:18:55.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Pelangi sehabis hujan : Semesta penuh kejutan</title><content type='html'>Baiklah, ku sambut pagi ini dengan secangkir teh hangat dan sebatang rokok kretek untuk memulai hari yang entah, akan membawa tawa renyah atau mungkin air mata. Siapa yang tahu. Tidak ter-prediksi. Bukankah ini lucu?, Tanya ku suatu waktu. Manusia yang dapat menciptakan teknologi super canggih serta berbagai teori dan pemikiran hebat sukar menebak kapan kebahagiaan dan kesedihan terjadi. Di satu sisi kebahagiaan dapat datang namun di sisi lain kesedihan mengintai bak srigala kelaparan yang menyeringai mengawasi mangsa-nya dari balik belukar. Kemarin mungkin kita senang namun hari ini apakah mungkin bisa kembali merasakan hal yang sama? Meski kebahagiaan adalah kehendak mungkin kah kesedihan juga? Mungkin kah manusia di posisikan sebagai mahluk yang selalu berharap dan berusaha menghindari kesedihan yang tak tahu kapan ia datang dan kapan ia menghilang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kesedihan tetap lah kesedihan. Tidak perduli kaya-miskin, lelaki-perempuan, tua-muda, beragama-tak beragama, cerdas-bodoh ia akan datang berkunjung tak mengenal waktu tanpa belas kasihan, tanpa pernah bosan. Ini nyata, dan akan terjadi kapan pun tanpa terkecuali bahkan ketika kalian membaca rangkaian kalimat- kalimat di layar ini, sedang merasakan kesenangan, namun bisa saja tiba-tiba kabar buruk atau masalah datang kepada kita begitu pun sebaliknya. Di luar dugaan tentu nya, dan ketika itu terjadi waktu seakan berjalan sangat malas dan seolah dunia menjadi tempat yang tak menarik lagi. meski kesedihan itu terjadi akibat adanya suatu sebab, namun mungkin kah kita dapat menghindari nya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Kawan, betapa pun kesedihan yang di rasakan sangat mendalam hingga terkadang membuat api semangat dalam tungku ini menjadi kecil jangan sampai menyesali itu semua. Kesenangan dan kesedihan bagai dua sisi keping mata uang. Tak dapat dipisahkan. Kawan, menangis lah jika itu yang ingin kau lakukan saat sedih bertamu ke rumah mu, namun jangan kau menangis di hadapan kehidupan, bersembunyi-lah kau sejauh mungkin hingga kehidupan tidak dapat melihat mu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kita ber-kehendak untuk selalu bahagia hingga terkadang lengah terhadap adanya kehendak lain. Apa pun akan kita lakukan untuk mendapat kan kebahagiaan, berbagai taktik dan strategi di buat sangat matang dengan berpijak pada rasionalitas yang telah melembaga untuk menjadi bahagia. Pun, tetap suatu waktu kesedihan akan menyambangi mahluk yang bernama manusia dan sudahkah kita membuat perencanaan menghadapi hal itu? Pelangi tak akan indah jika ia hadir kala matahari bersinar terik. Kehidupan akan lebih eksotis saat susah dan sedih bertandang. Jangan hindari kesedihan, ikuti arusnya berusaha jangan sampai tenggelam, berenang lah sepuasnya. Percaya lah kawan, menikmati pelangi saat badai besar pergi sangat indah, lebih indah dari sekedar memiliki kekasih cantik atau tampan. Nanti, di akhir cerita dari satu episode kisah ini, kita akan tersenyum serta berkata pelan ‘indah dunia’ dan bersiap untuk merangkai kisah berikutnya dengan berbagai warna dan emosional lebih baik lagi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Asap terakhir ku hembuskan dan teh hangat ku putuskan ajal nya lalu, hati tergelitik bertanya : Apakah kesedihan adalah kebahagiaan sesungguh nya?
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-5586761773791003019?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/5586761773791003019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/pelangi-sehabis-hujan-semesta-penuh.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/5586761773791003019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/5586761773791003019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/pelangi-sehabis-hujan-semesta-penuh.html' title='Pelangi sehabis hujan : Semesta penuh kejutan'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-3818869450689397729</id><published>2009-07-31T18:30:00.009+07:00</published><updated>2009-08-02T12:19:17.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Dampak Pemanasan Global : Senjakala Peradaban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnLYlBc6nXI/AAAAAAAAADE/ECN_LG9pwQ8/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnLYlBc6nXI/AAAAAAAAADE/ECN_LG9pwQ8/s320/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364588236708158834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://blog.climatesecurity.org/?p=34"&gt;Kelaparan akan menjadi hal utama saat Dampak Pemanasan global semakin parah&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnLYQbu-poI/AAAAAAAAAC8/k_72Rb4Fd3U/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnLYQbu-poI/AAAAAAAAAC8/k_72Rb4Fd3U/s320/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364587882985989762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://endangeredspaces.blogspot.com/2009/05/economic-and-glacial-meltdown-2009.html"&gt;Gletser Pun Mencair&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnLX53hzYFI/AAAAAAAAAC0/gm1hGLAk1tM/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnLX53hzYFI/AAAAAAAAAC0/gm1hGLAk1tM/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364587495309926482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://noimpactman.typepad.com/blog/2008/08/whole-countries.html"&gt;Tenggelamnya Daratan (Kepulauan Tuvalu)&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Dan...&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnLXHt8tbJI/AAAAAAAAACk/5ni8p2EK9KU/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnLXHt8tbJI/AAAAAAAAACk/5ni8p2EK9KU/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364586633744968850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://www.newwest.net/topic/article/climate_change_impacts_more_than_glaciers_glaciers/C38/L38/
"&gt;Lapisan serta seluruh gletser yang ada di bumi pun terus mencair...&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;


Apakah kita hanya menyaksikan semua ini terjadi???
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-3818869450689397729?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/3818869450689397729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/dampak-pemanasan-global-senjakala.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3818869450689397729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3818869450689397729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/dampak-pemanasan-global-senjakala.html' title='Dampak Pemanasan Global : Senjakala Peradaban'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8rL2jYfN5k0/SnLYlBc6nXI/AAAAAAAAADE/ECN_LG9pwQ8/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-7882110474075302502</id><published>2009-07-30T10:39:00.004+07:00</published><updated>2009-08-02T12:19:34.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Sampah Plastik :  Sebuah Ancaman Bumi</title><content type='html'>Kita dan semua orang lainnya tentu sudah tidak asing lagi dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;plastik&lt;/span&gt;. Dimana saja dan kapan saja, kita dapat menemukan benda berbahan dasar polimer itu. Kemasan makanan, mainan anak-anak, alat rumah tangga, peralatan kantor dan lain sebagai nya hampir ke-semua-nya dikemas atau berbahan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;plastik&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Alat tulis, kemasan makanan dan minuman, hingga pada saat membeli gorengan pun, plastik digunakan sebagai wadah pembungkusnya. Percaya atau tidak kehidupan kita dikelilingi oleh benda-benda yang dapat menyatu dengan berbagai jenis bahan pewarna ini. Lihat saja di sekitar dan juga diri kita, mana kah yang lebih banyak benda plastik atau benda-benda non-plastik?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Menggunakan plastik dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang sangat praktis karena selain tidak mudah pecah, tahan lama dan ringan, harga plastik juga relatif murah. Sudah sepantasnya-lah di minati orang banyak termasuk juga industri.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Berbagai kemudahan di berikan oleh plastik kepada setiap orang di zaman modern ini. Kantung plastik misalnya, ia dapat di lipat lalu dapat di masukkan ke dalam saku celana atau tas. Kita tidak perlu lagi membawa keranjang jika ingin pergi berbelanja. Bahkan kantung-kantung plastik itu dibagi kan secara gratis ketika kita membeli sesuatu di toko atau pun supermarket.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
&lt;span class="fullpost"&gt;
Salah satu tanda dari kemajuan zaman sejak ditemukan plastik dalam kehidupan kita tentunya. Namun, pernah kah kita mengetahui seberapa banyak plastik – semua jenis – yang di gunakan dalam kehidupan pribadi sehari-hari. Terpikir kah oleh kita bahwa semua itu akan membawa dampak negatif yang cukup besar bagi keberlangsungan bumi di masa depan? Mungkin kah terbesit bahwa kita memiliki tanggung jawab setiap kali menggunakan satu plastik? Adakah pertanyaan itu muncul?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sebagian dari kita mungkin telah berfikir untuk mempertanyakan hal yang di sebutkan pada paragraf di atas. Namun sebagian dari kita (dalam jumlah yang besar) terlalu sibuk dengan berbagai aktifitas dan urusan perut nya masing-masing, hingga terkadang enggan atau bahkan malas untuk berfikiran seperti itu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Selama ini kita mungkin terbuai dengan suguhan tayangan-tayangan serta reklame yang kerap kali menyajikan berbagai hal kemudahan dan status nilai yang didapat. Tanpa di sadari secara tidak langsung kita mengikuti himbauan-himbauan tersebut dan mulai membeli, membeli dan membeli, pada akhirnya kita melupakan hal-hal penting yang ada di sekitar kita: semua barang yang di beli akan berakhir menjadi tumpukan benda-benda usang – sampah.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sampah Plastik dan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Setiap penemuan pasti akan memberikan hal positif dan negatif. Kemudahan tentunya memiliki kelebihan serta kekurangan. Begitulah, kira-kira yang terjadi terhadap plastik. 
Saat ini dunia mulai mengkhawatirkan akan keberadaan benda tersebut, ke-khawatiran itu muncul akibat dari dampaknya yang di prediksikan dapat menggangu bumi beserta isinya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Lihat saja apa yang terjadi dengan isi tempat-tempat sampah di sekolah, kampus, kantor bahkan sekitar rumah kita atau bahkan di tempat kalian membaca ini. Hampir sebagian isi tempat sampah itu adalah plastik di bandingkan dengan sampah lainnya. Belum lagi nasib bantaran sungai-sungai yang melintasi daerah tempat tinggal kita jumlah sampah plastik cukup mengkhawatirkan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Keberadaan sampah plastik yang digunakan oleh kita tiap harinya saat ini sangat lah besar. Diperkirakan sebanyak &lt;a href=" http://www.kapanlagi.com/clubbing/showthread.php?t=17579"&gt;500 juta sampai 1 miliar kantong plastik di gunakan di dunia.&lt;/a&gt; Sampah-sampah itu jika di bentangkan maka dapat membungkus permukaan bumi. Serta diperkirakan sebanyak 170 kantong plastik dihabiskan oleh setiap orang per tahun.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Sungguh luar biasa dan tidak dapat di percaya akibat dari penggunaan plastik oleh manusia dan industri. Bagaimana tidak, peredaran plastik sudah tidak bisa di bendung. Semua orang bebas menggunakannya dengan semau nya (sekali atau dua kali pakai lalu tidak berguna). Hal itu juga di dorong oleh semakin banyak nya industri khususnya supermarket yang menggunakan plastik sebagai wadah barang belanja-an konsumen nya atau menjadi kemasan produk untuk beberapa industri lainnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Bayangkan dengan jumlah yang di luar batas itu akan berakhir menjadi benda yang tidak berguna dan berbahaya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Badan Lingkungan PBB memperkirakan bahwa di tahun &lt;a href=" http://koran.kompas.com/read/xml/2009/06/12/03570135/limbah.plastik..mengan "&gt;2015&lt;/a&gt; dasar perairan Samudera Pasifik akan tertutup sampah plastik yang luasnya dua kali daratan Amerika.Hal ini tentu saja akan berdampak negatif pada rantai makanan. Organisasi Internasional itu juga memperkirakan bahwa jutaan burung laut dan 100 ribu binatang laut mati setiap tahunnya dan ditemukan sejumlah partikel plastik di dalam perutnya, dan ini menjadi ancaman bagi kura-kura leatherback.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://www.surabaya-ehealth.org/dkksurabaya/berita/sehari-tanpa-kantong-plastik-kurangi-kantong-plastik-daur-ulang-kantong-plastik-d"&gt;Di Indonesia sendiri sebanyak 300 juta kantong plastik di buang tiap tahunnya&lt;/a&gt; dan ini akan menyebabkan permasalah baru bagi Indonesia  yang sudah memiliki banyak permasalahan di bidang lingkungan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Perlu diketahui selain membutuhkan waktu 1000 tahun untuk ter-dekomposisi (terurai) secara sempurna oleh tanah, plastik juga tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya pun, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, contohnya saja pada jenis kantong plastik kresek yang sering di gunakan oleh kita sehari-harinya. Hal in berdampak buruk terhadap kesehatan manusia.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://kompas.co.id/read/xml/2008/10/23/14512748/bahaya.mengintip.di.balik.pemakaian.plastik"&gt; Selain zat tersebut terdapat juga bahan kimia yang berbahaya, yakni Bisphenol A&lt;/a&gt; alias BPA. Bahan kimia ini bisa merangsang pertumbuhan sel kanker serta memperbesar risiko keguguran pada ibu hamil. Zat adiktif seperti plasticizers, stabilizer, dan antioksidan dalam waktu kontak yang cukup lama dengan makanan dapat masuk secara bebas ke makanan dan akan menjadi ancaman kanker bagi manusia.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Selain membahayakan bagi mahkluk hidup dan bumi, plastik merupakan produk yang sangat boros. Industri plastik menghabiskan 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Ketika sudah terpakai keseluruhan plastik itu akan menjadi sampah yang menumpuk.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Namun dari kesemuanya itu dampak yang ditimbulkan oleh limbah plastik adalah pemanasan global. Sampah plastik jika di biarkan menumpuk akan mengeluarkan gas metana, sekali pun di bakar asap pembakaran tersebut menghasilkan carbon yang lagi-lagi semakin bertambahnya jumlah emisi gas rumah kaca yang ada di atmosfer bumi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Senakin banyak &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;plastik &lt;/span&gt;yang terbuang percuma, bumi semakin panas. Mulai lah dari sekarang atau akan menjadi saksi kehancuran kehidupan di bumi ini. Bijak lah dalam menggunakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;plastik&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sumber : Klik hyperlink
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-7882110474075302502?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/7882110474075302502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/sampah-plastik-sebuah-ancaman-bumi.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/7882110474075302502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/7882110474075302502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/sampah-plastik-sebuah-ancaman-bumi.html' title='Sampah Plastik :  Sebuah Ancaman Bumi'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1146023918276801528</id><published>2009-07-22T14:09:00.008+07:00</published><updated>2009-07-25T01:09:21.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Pemanasan Global : Ancam masa depan manusia</title><content type='html'>“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia... ” ( Q.S Ar Ruum)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Bumi merupakan tempat tinggal yang sempurna bagi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;manusia&lt;/span&gt; dan seluruh mahluk hidup lainnya, Di tempat inilah semua organisme tumbuh dan berkembang biak dari masa ke masa. Suatu ekosistem sempurna yang telah semesta berikan kepada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;manusia&lt;/span&gt;. Keaneka ragaman hayati yang saling bertalian satu sama lain terhampar luas hiasi tiap jengkal permukaan bumi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Kekayaan akan sumber daya alam sungguh melimpah. Lautan dipenuhi oleh ikan yang tidak akan pernah habis walau ditangkap setiap harinya. Hutan yang terhampar luas berwarna hijau nan permai layaknya permadani raksasa, penuh dengan berbagai manfaat serta berfungsi sebagai paru-paru dunia.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Segala-nya tersedia di tempat kita berdiri sekarang ini, dan manusia hanya tinggal memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab. Sungguh sebuah hasil karya seni yang tidak ternilai harganya. Inilah surga dunia yang patut dijaga serta dilestarikan oleh semua manusia agar terus dapat dimanfaatkan demi kelangsungan hidup umat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;manusia&lt;/span&gt;.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemanasan Global&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Tidak dapat dibayangkan jika semua yang ada di bumi hancur. Sejuta keindahan dan kekayaan bernilai tinggi tidak dapat kita nikmati lagi. Hijaunya hutan, segar nya udara serta birunya laut dan langit tidak seindah sekarang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Dapat kah manusia mempertahankan keberlangsungan hidup nya tanpa itu semua? Walau pun saat ini bumi sudah memiliki potensi kehancuran akibat usia bumi yang semakin tua, perang dan bencana alam, namun tanpa pernah kita sadari ancaman bencana terdahsyat sedang mengintai manusia. ia menyeringai bak hewan predator yang akan menerkam mangsa nya setiap saat. Bencana yang mungkin kita sendiri tidak sekalipun berani untuk membayangkannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Adalah pemanasan global (global warming) yang sekarang kerap diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Bahkan hal ini telah membuat organisasi internasional Perserikatan Bangsa Bangsa membuat konferensi yang khusus membicarakan mengenai hal itu. Lalu sebenarnya apa itu pemanasan global? kenapa sih kian hari semakin banyak orang yang berbicara bumi dan masa depan? dan ada apa dengan pemanasan global, mahluk dari manakah itu? &lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
Pemanasan global merupakan suatu fenomena terjebaknya panas matahari di atmosfer yang dipantulkan kembali oleh bumi ke luar angkasa – yang sebelumnya diserap terlebih dahulu oleh bumi – oleh gas-gas hasil pembakaran (gas rumah kaca) yang berasal dari aktifitas alamiah maupun yang dilakukan oleh manusia (industri, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, penebangan hutan). Gas yang dimaksudkan ialah karbondioksida (CO2), klorofloukarbon (CFC), Metana (Mhetane) dan lainnya. Gas-gas inilah yang terlepas secara bebas ke udara dan berkumpul di atmosfer bumi kemudian mengikat panas matahari, hingga membuat suhu rata-rata di permukaan bumi semakin meningkat tiap tahunnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Perlu diketahui bahwa bumi kita ini memang memerlukan pemanasan global yang berguna menjaga kehangatan bumi, hingga semua mahkluk hidup dapat tinggal dan tumbuh disini, namun jika hal itu berlebihan maka akan menjadi ancaman besar bagi keberlangsungan hidup semua penghuni yang ada di bumi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mendekati Kehancuran&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Pemanasan global tidak saja membuat tempat yang kita huni sekarang ini menjadi lebih panas, bencana itu juga menimbulkan efek domino yang luar biasa. Terjadinya perubahan iklim adalah dampak dari pemanasan global hingga menyebabkan perubahan terhadap musim, curah hujan, penggurunan (desertification), mencairnya lapisan es yang menyebabkan kenaikan muka air laut, peningkatan penyakit tropis (malaria, kolera), kehancuran keragaman hayati, dan terjadinya krisis pangan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh panel antar pemerintah untuk perubahan iklim (IPCC) tahun 2007 menyebut kan, bahwa sepanjang kurun waktu 100 tahun (1906-2005) suhu rata-rata permukaan bumi meningkat sebesar 0.740 C. Kenaikan temperatur tersebut lebih besar dari pengamatan suhu pada kurun waktu tahun 1901-2000 yang hanya sebesar 0,60 C (IPCC Fourth Assesment Report, Climate Change 2007 : Synthesis Report).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi itu pun sekaligus membuat lapisan es di laut arctic mencair. Melalui pengamatan yang dilakukan oleh IPCC lewat satelit sejak tahun 1978, menunjukkan bahwa telah terjadi nya pengurangan lapisan es di laut arctic sebesar 2.7% per dekade dan menjadi lebih besar 7,4% per dekade ketika musim panas tiba. Dengan mencairnya lapisan es menyebabkan kenaikan muka air laut sebesar 1,8 mm per-tahunnya sejak tahun 1961 dan semakin meningkat menjadi 3,1 mm per-tahunnya sejak tahun 1993.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Berdasar kan hasil laporan IPCC tersebut, dapat dilihat bahwa dengan semakin meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi menyebabkan terganggunya sistem alam secara global baik di daratan maupun di lautan. Hal ini bukan isapan jempol belaka atau bahkan sebuah gurau-an yang sangat memaksa. Lihat saja bagaimana &lt;a href="http://www.nytimes.com/2007/05/03/world/asia/03iht-pacific.2.5548184.html?_r=1"&gt;kepulauan Vanuatu&lt;/a&gt;, di daerah pasifik dimana sebagian pulau yang di huni oleh masyarakat mengalami bencana banjir akibat pasangnya air laut, hal serupa juga di alami oleh Negara kepulauan &lt;a href="http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/pulau-pulau-yang-tenggelam-karena-pemanasan-global.htm"&gt;Kiribati&lt;/a&gt; yang telah kehilangan beberapa pulau-pulau kecilnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Lalu bagaimana dengan Indonesia, apakah akan mengalami nasib yang sama seperti dua Negara kepulauan itu? berdasarkan hasil penelitian yang di publikasikan oleh jurnal Environment and Urbanization, London, menyebutkan bahwa dua per tiga kota-kota besar di dunia akan terancam dampak pemanasan global, akibat kenaikan muka air laut, Jakarta salah satu nya karena 70 % wilayah-nya berada di kawasan pantai berelevasi rendah (Tempo Interaktif, 28 Maret 2007). &lt;a href="http://www.pelangi.or.id/media.php?mid=174"&gt;Indonesia juga mengalami kenaikan suhu &lt;/a&gt; yang cukup signifikan sebesar 0,3 derajat celcius sejak tahun 1990 dan naik lagi ke angka tertinggi tahun 1998 yaitu di atas 1 derajat Celcius di atas suhu rata-rata tahun 1961-1990. bahkan di perkirakan Indonesia akan kehilangan 2000 pulau nya dan kenaikan muka air laut tidak hanya mengancam daerah pesisir namun juga kawasan perkotaan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Penduduk di beberapa desa Kepulauan Raja Ampat, Papua juga sudah merasakan berubahnya garis pantai yang semakin masuk ke darat setidak nya 10 meter dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, serta semakin luasnya intrusi air laut ke air tanah(Nurani Soyomukti: Memahami Filsafat Cinta, Jakarta 2008). Hal ini memaksa penduduk setempat untuk mencari lokasi tempat tinggal baru. Tidak hanya itu, pemanasan global juga menjadi ancaman terhadap hewan dan tumbuhan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Epilog&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Usia bumi yang semakin tua serta telah mengalami berbagai kerusakan di setiap sisi nya akan mempercepat laju proses kehancuran planet yang sekarang menjadi tempat tinggal kita. Ini sekaligus menjadi ancaman terhadap keberlangsungan hidup ras manusia, khusus nya generasi muda yang merupakan penerus dari suatu bangsa di dunia. Parah nya, perusakan itu dilakukan oleh mereka yang memandang bahwa alam sebagai suatu sarana yang dapat di ekploitasi. Sebagai objek penguasaan (Franz Magnis Suseno: Berfilsafat Dari Konteks, Jakarta 1999).Dengan kata lain bahwa alam di pandang hanya sekedar alat pemenuhan kebutuhan hidup manusia: atas nama kemaslahatan manusia.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Pandangan seperti itu juga sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi kapitalisme yang mendasarkan pada laba semata. Semakin besar nya laba, maka suatu perusahaan akan tetap ada dan bertahan di tengah persaingan bebas. Kesadaran akan tanggung jawab terhadap alam bagi mereka penganut sistem tersebut di kesampingkan. Lihat saja apa yang telah dilakukan oleh para pemilik modal itu ketika mereka telah menghisap secara besar-besaran terhadap sumber daya alam hingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah: tidak ada. Alih-alih sudah melakukan penanaman sejuta pohon di bekas kawasan hutan yang telah di babat habis misalnya, apakah itu merupakan bentuk tanggung jawab Corporate Social Responsibility (CSR). Sementara pembukaan hutan sebagai lahan-lahan baru penghasil keuntungan terus terjadi secara luas, atau dengan melakukan cek kesehatan terhadap masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tambang, kimia dan lainnya sudah dapat dikatakan bertanggung jawab terhadap alam dan manusia., meskipun hasil pembuangan limbahnya tetap berjalan mencemari air serta udara yang selama ini sangat di butuhkan oleh warga sekitar. Inikah sebuah bentuk tanggung jawab?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Bumi, memang suatu saat nanti akan hancur (setidak nya itu yang dijelaskan semua agama yang ada di dunia) namun setidak nya kita, manusia., meski sebagai pusat tidak sepantasnya memandang alam hanya sebagai sarana yang berguna bagi manusia, namun alam dilihat sebagai sesuatu hal yang memiliki nilai nya sendiri (Franz Magnis. S, Jakarta 1999).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manusia&lt;/span&gt; mempunyai tanggung jawab terhadap semua yang ada di sekitar nya, dan dengan melakukan sesuatu hal kecil untuk menyelamat kan alam, kita sudah memberikan kesempatan bagi kaum muda, serta mahluk hidup lainnya dan diri sendiri untuk tetap ada dan hidup di muka bumi. Jadi bergerak sekarang atau hanya menjadi saksi hancur nya sebuah peradaban.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-1146023918276801528?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/1146023918276801528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/pemanasan-global-ancam-masa-depan.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1146023918276801528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1146023918276801528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/pemanasan-global-ancam-masa-depan.html' title='Pemanasan Global : Ancam masa depan manusia'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-3571648264259342505</id><published>2009-07-07T19:29:00.002+07:00</published><updated>2009-07-23T20:48:07.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Sekeping yang lain : sebuah keliaran</title><content type='html'>"Aku berkaca melihat refleksi aku diantara dua cermin di depan dan belakang ku"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 


Sekarang keheningan-lah yang berbicara kala kita berjumpa hari ini, di ruang ini. Kita terdiam tak ingin mengeluarkan sepatah kata, meski itu hanya sebuah kalimat menyapa. Kedua bola mata kita hanya saling menatap, menusuk satu sama lain. Menyelidik, heran, curiga, benci, berloncatan dari sorot mata kami berdua.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;  
Cukup lama kita saling memandang dan kita tidak sama sekali bersentuhan bahkan berbincang sekali pun sepertinya enggan. Entah, apa yang telah terjadi dengan kita, mengapa selalu saja seperti ini. Aku menemui, menatap mu. lalu diam. Tak bergeming. Mungkin aku melakukan kesalahan besar terhadap mu atau mungkin sebaliknya, entah. Kita pernah bersama, dibawah redupnya temaram senja di sana, tapi kemudian aku menjauh, mencoba memberikan sedikit ruang untuk kepala menerjemahkan ini semua. Dan kau pun pergi bersama bayang yang sedikit pun tak berwajah. Pun begitu, aku mengejar redup cahaya lain, di ujung lorong malam. Masing-masing dari kita meributkan itu. Mungkin.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  
Namun kali ini aku tidak ingin membicarakan salah dan benar dengan mu, aku ingin berbicara mengenai ruang. Ruang yang benar-benar ruang. Ruang dimana kita pernah mencoba mewujudkan sedikit mimpi-mimpi kita, ruang tempat biasa Aku dan Kamu berkelakar. Ruang tempat canda tawa serta gelak yang mendatangkan pelangi kala awan hitam menggelayut di langit sana. Ruang yang berdebu dan hanya sesekali di bersihkan, ruang yang penuh dengan mahkluk-mahkluk bersih serta jorok. Ruang tempat bersemayam nya puntung rokok serta berbagai benda usang, ruang tempat kita dapat menyimpan rahasia. Ruang dimana terdapatnya rahasia pribadi tidak menjadi rahasia umum. Lalu mungkin kau akan bertanya. Mengapa harus ruang? Memang nya kau dan aku tidak bisa berbincang hal lain di sini, dalam ruang ini? Benar sayang, kita bisa saja berbincang bahkan terbahak sesuka hati. Namun, aku merasakan ada yang berbeda saat ini. Tidak kah kau merasakan nya juga? Pernahkah kau bertanya apakah ruang tempat kita berada sekarang ini benar-benar nyata? Apakah perasaan yang kita rasakan benar, di dalam ruang ini?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
Mungkin ruang itu masih ada, di mana ruang privat terlindungi dan ruang publik masih terdapat jarak. Tapi, ruang yang ku maksud itu sedikit demi sedikit mulai terkikis tergantikan dengan ruang-ruang superfisial yang lahir dari rahim kemajuan zaman. Berbagai simbol hadir di setiap sendi-sendi kehidupan dan di topang dengan penggunaan teknologi tinggi yang mengalir deras tanpa halangan. Menggeser ruang lingkup pikir banyak orang. Aku melihat, maka aku ada. Itu lah yang terjadi sekarang ini. Simbol/tanda itu memaksa kita untuk menjadi sesuatu yang jauh dari sesungguhnya. Memaksa kita untuk selalu menampilkan beragam gemerlap di seluruh bagian tubuh ini. Memaksa selalu menjadi necis dan berpenampilan maksimal di setiap tempat. Melahir kan diri sebagai pusat tontonan layaknya sebuah televisi. Pudarnya ide dan kreativitas. Lunturnya ke-otentikan manusia. Semakin banyak simbol/tanda semakin membuat aku dan kamu menjadi bingung, atas apa yang kita inginkan. Saat ini aku memang rindu dengan mu, lalu kemudian aku berfikir ulang kembali, apakah ini benar-benar rindu yang lahir dari sifat alamiah ku sebagai manusia, atau hanya hasil dari tayangan serta simbol/tanda yang selama ini hadir dan terlihat jelas? Maaf jika aku ragu, namun semua telah dipadati oleh berbagai simbol/tanda yang mengarahkan kita pada sesuatu yang entah dimana ujungnya. Kita pun terhanyut, terlena, terbiasa, mencandu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
Aku merindukan mu, benar merindukan mu. Sedikit berharap dapat bertemu kembali dengan perbincangan menarik di ruang yang sebenar-benar nya ruang. Ruang yang memiliki batas riil dan tidak riil. Ruang dimana aku bisa merasakan keajaiban saat melihat senyum manis, tawa renyah serta kesedihan mu. Ruang yang tidak membuat ku menjadi linglung atas apa yang sebenar-nya ku inginkan. Maaf, aku berlaku tidak sopan datang tanpa permisi, masuk begitu saja karena memang ruang ini menghilangkan tata kerama dan semua tingkah laku santun. Pun, seperti biasa aku hanya melihat laman jejaring sosial mu malam ini, dan tidak meninggalkan jejak rangkaian kalimat-kalimat di wall-mu untuk sekedar menyapa. Karena aku bingung apakah kamu benar ada atau tidak begitu pun sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-3571648264259342505?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/3571648264259342505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/sekeping-yang-lain-sebuah-keliaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3571648264259342505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3571648264259342505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/sekeping-yang-lain-sebuah-keliaran.html' title='Sekeping yang lain : sebuah keliaran'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-8868974551240349023</id><published>2009-06-13T12:53:00.006+07:00</published><updated>2009-07-23T20:50:50.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Keindahan Pagi</title><content type='html'>Matahari belum lah beranjak tinggi, semilir sejuk angin segar berhembus membelai kehidupan pagi ini. Riuh redam suara terdengar sesayup mengunjungi telinga. Warman  baru saja terbangun setelah semalaman kencani bulan dan bintang yang menggelayut di angkasa. Lingkar matanya sedikit berwarna hitam, mukanya tak bergairah. Pun akhirnya ia membasuh wajahnya untuk mengembalikan kesegaran dan menghilangkan sisa mimpi semalam.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
Segelas air putih di reguk-nya, tak lama berselang sebatang rokok di sulutnya. Belum juga ia merasakan kenikmatan pagi dan hangatnya senyum si raja siang, bagai seekor kucing liar, telinganya menangkap suara orang berteriak menggunakan microphone. Dengan berhati-hati warman mulai mendengarkan suara itu dan mata nya pun membelalak! ke-sayu-an yang sejak tadi menggelayut manja di mata Warman hilang seketika terbawa suara dari luar sana.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
“…bagi seluruh warga sekitar yang ingin memeriksakan dirinya silahkan datang segera ke lokasi pengobatan gratis di lapangan Rt. 25/07…acara pengobatan gratis ini di selenggarakan oleh pasangan Josef-winarto…pastikan No.99 untuk masa depan negeri ini…”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Kalimat itu didengungkan berulang kali. Warman kontan menghambur keluar rumah. Wajahnya mulai memerah, matanya makin terbelalak melihat orang berseragam hitam yang dipadu dengan warna oranye serta merah. Orang itu sungguh bersemangat memberikan pengumuman dengan kalimat-kalimat yang sama.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Warman mematung memperhatikan drama kebaikan tersebut, pikirannya tak tentu arah melihat pertunjukan yang tak di pungut biaya sepeser pun.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
“…Demi Indonesia tercinta…” Gumam Warman dalam hati membaca spanduk yang menjadi hiasan acara tersebut. Pengobatan gratis!? Baru kali ini di daerah rumahnya diadakan kegiatan seperti itu. Seluruh warga perumahan ini termasuk golongan menengah ke atas. Kenapa harus Gratis? Memangnya di sini daerah tertinggal atau daerah terlantar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Dan kenapa baru saat-saat mendekati pemilihan umum banyak sekali manusia yang ingin berbuat kebajikan demi manusia lainnya, yang diadakan secara meriah bahkan ada yang sampai mengundang media massa!? Warman tetap mematung. Ia lupa rokok yang terselip diantara jemarinya mulai memendek termakan bara. Pikirannya loncat dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya. Tragedi Lumpur, penggusuran paksa, bencana danau, kasus orang hilang, kemiskinan, tragedi mal nutrisi, tragedi…bencana…kebobrokan negeri…terus melintas cepat di kepala Warman.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Matahari pagi pun semakin terik, perlahan kesejukan sirna keramaian sedikit demi sedikit berganti kesunyian…alunan musik tentang tanah air ini mengalun. Lirih kan hati sesakkan dada. Pengobatan gratis tidak disini tempatnya dan dilaksanakan bukan berdasarkan momentum apapun atau mengharapkan pamrih dari mereka yang datang. Tapi kegiatan itu semestinya berkelanjutan di seluruh pelosok negeri yang membutuhkannya bukan di perkotaan atau perumahan yang tingkat ekonomi masyarakatnya tergolong mampu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
“…disana tempat lahir beta, di buai dibesarkan bunda, tempat berlindung di hari tua…sampai akhir menutup mata…”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Sebuah komposisi yang sangat pas dari pentas drama kebajikan manusia. Semua orang larut pada pertunjukan itu. Mereka lupa, lupa bahwa seharusnya itu semua bukan untuk dinikmati. Warman, masih berdiri menatap kosong. Matanya kembali sayu, merah di raut wajahnya pudar. Hampa, lelah, resah saat sadar Ia tidak berbuat apapun disini untuk tanah dan bangsa ini. Ia hanya butiran pasir yang berserakan dan tidak tahu akan sesuatu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
Warman merasa hanya seorang anak muda di belantara masa kini yang bodoh. Namun, kini dirinya tahu bahwa tak ada sesuatu apapun yang benar-benar gratis (bebas biaya) tulus. Kebajikan hanya ada dalam dongeng pengantar tidur. Hati hanya sebuah benda usang warisan budaya dunia yang lampau dan tersimpan rapih entah dimana. Ini wajah dunia bagi Warman.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;  
Bekasi, Juni 2009
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-8868974551240349023?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/8868974551240349023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/06/keindahan-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/8868974551240349023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/8868974551240349023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/06/keindahan-pagi.html' title='Keindahan Pagi'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-4148200160337620780</id><published>2009-04-25T05:05:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T05:08:43.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Ingin Tahu...</title><content type='html'>Kau tak akan pernah tahu sebelum menekan ini....

&lt;!-- JavaScript examples by Quackit.com --&gt;
&lt;input type="button" onclick="alert('Kamu tahu seharian ini aku mencari mu!');" value="Tekan" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-4148200160337620780?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/4148200160337620780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/blog-post_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4148200160337620780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4148200160337620780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/blog-post_24.html' title='Ingin Tahu...'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1371342742617034540</id><published>2009-04-25T03:59:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T05:01:19.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Susuri...</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; &lt;marquee bgcolor="#000080" scrollamount="2" direction="up" loop="true" width="35%"&gt; &lt;center&gt; 
&lt;font color="#ffffff" size="+1"&gt;&lt;strong&gt; Menapaki halaman gedung stadhuis
Susuri tembok-tembok tua&lt;br&gt; Mengendus Harmoni-Sarinah
Mengamati riuh nya sabang&lt;br&gt; Menatap malam di semanggi
Bisingnya640 melaju pelan, mencari penumpang&lt;br&gt; &lt;br&gt; 
Simpang kalibata ku sapa dan bertanya : Kamu di mana?&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; &lt;/center&gt; &lt;/marquee&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-1371342742617034540?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/1371342742617034540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/susuri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1371342742617034540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1371342742617034540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/susuri.html' title='Susuri...'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-3005327384092218726</id><published>2009-04-14T00:55:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T05:01:38.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Maaf dan lepaskan-lah</title><content type='html'>&lt;marquee onMouseover="this.scrollAmount=2"onMouseout="this.scrollAmount=8" height="34" width="713"&gt;Ketika kau menyentuh. percuma. Sebarapa pun kuat engkau memegang, hanya tersisa lelah yang tersisa. Mungkin akan ada kecewa, luka, dan air mata yang terjatuh. Semakin erat kau mengikat ku, semakin banyak keringat mengucur. Percuma, aku akan terus melaju. Maka sentuh lah ini. dan kau kan mengerti...maaf...&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-3005327384092218726?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/3005327384092218726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/ketika-kau-menyentuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3005327384092218726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3005327384092218726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/ketika-kau-menyentuh.html' title='Maaf dan lepaskan-lah'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1910007324219652979</id><published>2009-04-14T00:44:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T05:02:00.257+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Tanjung pasir - Untung Jawa</title><content type='html'>&lt;marquee behavior="alternate" direction="up" width="80%"&gt;&lt;marquee direction="right"&gt;Perut Menjadi Mual&lt;/marquee&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-1910007324219652979?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/1910007324219652979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/tanjung-pasir-untung-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1910007324219652979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1910007324219652979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/tanjung-pasir-untung-jawa.html' title='Tanjung pasir - Untung Jawa'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1514742989523783838</id><published>2009-04-11T11:10:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T11:26:50.805+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Terbang Tinggi Melayang...</title><content type='html'>&lt;!-- HTML codes by Quackit.com --&gt;
&lt;marquee behavior="scroll" direction="up"&gt;Melayang&lt;/marquee&gt;
&lt;!-- HTML codes by Quackit.com --&gt;
&lt;marquee behavior="scroll" direction="left"&gt;Maaf Nona, malam ini saya terbang tinggi...
&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-1514742989523783838?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/1514742989523783838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/terbang-tinggi-melayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1514742989523783838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1514742989523783838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/terbang-tinggi-melayang.html' title='Terbang Tinggi Melayang...'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1084508718510637457</id><published>2009-04-11T10:52:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T11:08:46.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Semua Terjadi Begitu Cepat, Nona!</title><content type='html'>&lt;!-- HTML codes by Quackit.com --&gt;
&lt;marquee behavior="scroll" direction="left" scrollamount="1"&gt;semua&lt;/marquee&gt;
&lt;marquee behavior="scroll" direction="left" scrollamount="10"&gt;terjadi&lt;/marquee&gt;
&lt;marquee behavior="scroll" direction="left" scrollamount="20"&gt;begitu cepat&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-1084508718510637457?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/1084508718510637457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/semua-terjadi-begitu-cepat-nona.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1084508718510637457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1084508718510637457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/semua-terjadi-begitu-cepat-nona.html' title='Semua Terjadi Begitu Cepat, Nona!'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-4177594099574376010</id><published>2009-03-31T16:05:00.002+07:00</published><updated>2009-07-23T21:01:44.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Satu Dunia Untuk Mereka</title><content type='html'>Angin malam berhembus malas. Kerlip bintang yang menggantung diantara pekatnya warna hitam, cahayanya sangat lemah. Ke-eksotisan sang bulan pun tidak bisa dinikmati berlama-lama. Orkestra binatang malam kini tak terdengar lagi.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt; 
Seolah teater tempat biasa mereka berdendang hilang ditelan bumi. Kini udara malam sungguh terasa berbeda. Dinginnya, perlahan semakin hilang hanya kelembapan yang menyisakan pengap. Kesan malam yang sunyi, kelam atau bahkan suram sudah tidak ada lagi.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
Semua terganti, atau lebih tepatnya tersingkirkan secara paksa oleh laju pembangunan yang menjadi ladang subur tumbuhnya gedung-gedung tinggi. Juga kendaraan bermotor yang hanya membuat jalan-jalan di kota ini macet dan penuh polusi. Bising, hanya itu yang tersisa dari pekatnya malam.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt; 
Ya… kota ini perlahan berganti rupa menjadi sesuatu yang menurut ku abstrak. Tidak jelas. Sesuatu yang hanya menghasilkan benturan sosial. Sesuatu yang dapat membuat orang lupa terhadap diri dan sesamanya, bahkan sampai melupakan bahwa mereka telah kehilangan hal terpenting dalam diri mereka.
&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;
Malam merangkak semakin tua. Jalanan belum juga kering dari sisa hujan hari ini. Halte bus dan trotoar belumlah sepi. Orang-orang memadati pinggiran jalan di pusat bisnis. Pun, kendaraan bermotor masih berdiri mengantri di atas aspal hitam. Bunyi klakson nya memekikkan telinga. Semua ingin lebih dulu. Semua ingin haknya didahulukan tanpa pernah melihat bahwa ada yang melebihi dari hak pribadi mereka. Perubahan ini memang benar-benar mengikis semuanya.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;
Perburuan akan harta dan mimpi-mimpi yang dijanjikan masa baru ini merasuki, bahkan hal itu mengalir disetiap darah semua orang. Semua ingin kaya, semua ingin berkuasa, semua ingin yang terbaik bagi dirinya. Namun, menurutku bukan berarti harus mengesampingkan kepedulian kita terhadap sesama. pun, bukan berarti memikirkan diri sendiri. Cih, hakikat kita sebagai manusia perlahan terkikis. Dimana hati? Dimana engkau bersembunyi? Teriak ku melirih, melihat pentas drama manusia yang kian hari, tingkah serta pola pikirnya semakin aneh. Pemujaan terhadap merk, pemuasan akan hasrat yang berlebihan, pengejaran status melalui kebendaan, konsumsi junk food yang menjadi tren dikalangan anak muda dan berbagai tingkah kebodohan lainnya, membuat diri ini muak dan ingin muntah. Inikah abad modernisasi? Inikah kemajuan? Sekali lagi aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;
Lalu, bagaimana dengan kalian? Apakah merasakan hal yang sama dengan ku ketika melihat ini semua? Jika tidak cobalah sesekali pergi melihat-lihat kota ini, yang penuh dengan mal-mal megah dengan isi nya? Kemudian sejenak pikirkan apakah ini sangat kita butuhkan? atau pernahkah terpikirkan oleh kalian seberapa besarkah manfaat yang diberikan oleh teknologi bernama hand phone dengan berbagai jenis ukuran pixel warna yang tinggi serta fitur-fiturnya yang semakin canggih, hingga harus menggantinya tiap kali keluar model baru dari produk tersebut?
&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;
Di sini lah di atas tanah ini, kuku-kuku industri yang selalu mencari keuntungan dengan merubah pola pikir dan budaya hidup umat manusia hadir bagai banjir bah yang tak bisa di hindari. Mereka ada di sekililing kita di segala aspek. Ekonomi, budaya, politik, sosial bahkan agama perlahan namun pasti menjadi komoditas untuk mendatangkan keuntungan. Lihat beberapa waktu lalu dimana shalawat di jual lewat telepon genggam, bahkan ayat-ayat kitab suci di perdagangkan kala mendekati hari-hari besar keagamaan. Iklan dimana-mana, dan tanpa pernah di sadari kita hidup dan besar dalam sebuah slogan dan merk-merk hasil rekayasa manusia. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt; Kemajuan dunia informasi dan telekomunikasi perlahan menggerus budaya silaturrahmi, budaya saling mengunjungi, saling menjenguk terganti kan oleh deretan-deretan kalimat di layar kaca di depan anda sekarang. Entah tampaknya semakin banyak orang yang suka dengan ucapan-ucapan melalui surat elektronik, pesan singkat, berbincang di yahoo, face book dan lain-lain sehingga membuat orang menjadi antusias bersosialisasi di dunia maya yang kian hari semakin terpisah dari realitas sesungguhnya. Pun, menjadikannya seolah menjadi dunia yang benar-benar nyata.
Langit pun semakin menghitam. Bintang-bintang enggan bersinar terang.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt; 
Saya pun semakin terjebak dalam dunia ini, larut sekaligus turut menghanyutkan diri ke dalam samudera luas haru biru kehidupan yang kini terlihat tanpa batasan. Kita berdiri, dan beraktivitas di dalam satu bingkai besar para pemilik modal yang menempatkan kita sebagai mesin-mesin pembuat keuntungan mereka yang tak perduli atas apa pun, kecuali untung.
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-4177594099574376010?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/4177594099574376010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/03/satu-dunia-untuk-mereka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4177594099574376010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4177594099574376010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/03/satu-dunia-untuk-mereka.html' title='Satu Dunia Untuk Mereka'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-9107695910339245321</id><published>2009-03-25T16:13:00.000+07:00</published><updated>2009-03-31T16:21:48.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Huru-hara hati dan kepala</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jalan-jalan begitu sepi. Angin sejuk bertiup perlahan membelai setiap benda yang terhampar di tanah ini. sesekali deru mesin kendaraan bermotor menjerit kencang lalu perlahan menghilang di kejauhan. Satu persatu bentuk kehidupan di mulai. Pedagang baru saja menggelar dagangannya, para perempuan yang bersuami mulai bersolek dan membawa tas jinjing plastik berbagai rupa dan warna nya. Gelak tawa ceria anak-anak sesapu menghiasi sela-sela udara. Kegembiraan, itu yang mereka rasakan meski tanpa mainan yang lahir dari rahim modernitas dan dapat membuat anak-anak lupa untuk bermain dengan teman-teman sebayanya serta menikmati betapa indahnya masa kecil. Hari indah baru saja di mulai, ia menggeliat bebas ke segala arah meyapa semua mahkluk hidup tanpa memandang status kaya atau miskin, buruk atau bagus, lelaki atau perempuan, dan sebagainya. Ia akan terus ada memberi semangat bagi mereka yang selalu mencintai segala bentuk kehidupan, selama semua manusia sadar indah dunia akan terwujud, bila di kepala tetap terpatri bahwa kita adalah sama : mahluk ringkih yang bernama manusia.   

&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...gesekan daun kelapa, kicau burung, hembusan angin, buih putih, sinar matahari. Sunyi, sepi…sendiri…&lt;/span&gt;

Tenang dan damai atmosfer itu yang kini menyelubungi pesisir yang selalu ramai dengan riuh redam ombak dengan segala erotisme nya. Andai dunia dapat merasakan hal seperti ini, andai dunia jauh dari keserakahan, tak mengenal kemiskinan, jauh dari kesengsaraan yang muncul karena kita selalu haus untuk memiliki akan sesuatu, mungkin dunia akan seperti sekarang ini, di sini jauh dari itu semua. Namun entah apa yang akan terjadi bila kebejadan dunia datang memeluk tempat ini yang mengatasnamakan pembangunan, serta kesejahteraaan rakyat, namun hanya ingin mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari keindahan disini tanpa pernah memperhatikan dampaknya.

Pagi masih begitu muda gelak tawa terus menyambangi telinga. Badan serasa begitu letih, kepala bagai di tindih batu karang yang besar, berat, sungguh menyakitkan. Tatapan mata sayu memandang ke hamparan pasir yang berikan sedikit rasa hangat di sela-sela jemari kaki. Angan terus melayang tak beraturan, huru-hara di kepala sisa semalam belum juga hilang. Ya, malam tadi bersama bulan dan bintang kita bertemu, saling merangkul, memeluk, sungguh mesra. Kita berbincang tentang banyak hal. Kehidupan, kegembiraan, kebobrokan negara, perempuan, cinta dan banyak lagi. Kita tertawa, bersulang, berteriak, berlari, berkejaran dengan air. Ya, semalam terbang melayang menyentuh bintang berkencan dengan bulan, sungguh terlihat sempurna. Ah…andai dapat ku bagi rasa ini kawan. Rasa yang membuat ku selalu merasa hidup, rasa yang mungkin dapat membuat keramaian menjadi tak berguna dan akhirnya musnah. Benda ini, alcohol murahan membawa ku berjalan susuri labirin yang baru saja ku buat dengan pasir. Aku tersesat tak tahu jalan pulang. Wajah-wajah itu pun datang silih berganti beri senyuman, satu persatu masa lalu muncul bagai banjir bah menerjang tubuh, masuk ke mata menembus barikade di kepala, ia mendobrak menyelusup ke saluran darah hingga memaksa jantung ini memompa lebih kencang lagi agar setiap bagian yang ada di tubuh ini merasakannya. Lalu…banjir bah itu perlahan mereda, arusnya semakin melemah ia menyisakan lumpur kerinduan yang lengket dan mengendap jauh di hati.

&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sepi…&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sunyi…&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dingin…&lt;/span&gt;

Bergerak dengan lembut, perlahan namun pasti mata mulai tertutup otak berhenti bekerja, dan hati pun bertanya apa kabar Bekasi, masihkah kalian tetap seperti waktu dahulu bergembira dengan kegilaannya? Apa kabar Melati, masihkah penuh dengan berbagai gelak canda tawa dan obrolan yang membuat ku berfikir? Hey Bintaro apakah kau masih sibuk dengan berbagai benda-benda terbaru? Hmmm…Pondok kopi ku dengar ada mahluk polos dan lugu di sana sekarang. Baik-baik sajakah kalian? Sukapura!, tetapkah dengan panasnya, lalu lalang angkot serta hilir mudik buruh yang selalu ramai kala pagi dan sore hari? Lalu bagaimana dengan cimandiri masihkah kalian dengan euphoria aktivisme? Hey-ho! Kalian mahkluk-mahkluk merah yang tersebar di pelosok Jakarta dan Bandung, masihkah tetap bersemangat dan penuh keyakinan untuk membuat dunia yang lebih baik lagi? Dan kamu, ya kamu yang mungkin membaca ini apa kabar nya?, ingin rasanya berbincang kembali…

Mungkin aku lalai, mungkin lupa atas rutinitas yang penuh dengan retorika dan hanya berjalan ditempat. Namun pagi ini bersama pasir ku cumbui ombak berharap semua terhanyut terbawa arus ke laut lepas dan sadar bahwa semua pasti mengalami hal semacam ini. Apa yang terjadi mungkin menurut kalian adalah hal remeh, tapi ini membuat kita tetap bersemangat untuk terus bertarung di belantara kehidupan yang sering hadirkan luka. Selalu mengingatkan bahwa di lain tempat ada orang-orang yang mengendap jauh di dasar hati. Aku hanya ingin merindukan…

Selamat pagi semua! Matahari tersenyum dengan manis. Ayo bangun!!!.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-9107695910339245321?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/9107695910339245321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/03/huru-hara-hati-dan-kepala.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/9107695910339245321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/9107695910339245321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/03/huru-hara-hati-dan-kepala.html' title='Huru-hara hati dan kepala'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2747111184520640708</id><published>2009-03-23T12:30:00.000+07:00</published><updated>2009-03-31T16:22:29.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Gegap gempita pesta poria rakyat : Hati-hati saat memilih!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemilihan umum (pemilu) adalah pesta rakyat yang selama ini selalu di tunggu dan dibanggakan oleh para penyelenggara negeri ini. Demokrasi! Itu kata mereka yang mengambil keuntungan dari kalimat tersebut. Dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Benar bahwasanya pemerintah berasal dari itu semua dan artinya penggerak negeri ini pun sudah seharusnya mengabdikan dirinya tanpa mengharapkan sesuatu dari pekerjaannya, tulus. Sudah sepantasnyalah mereka membela kepentingan dan berpihak kepada masyarakat. Pun, seharusnya mereka menjalankan tanggung jawabnya: menyalurkan semua bentuk aspirasi orang-orang (baca: rakyat) yang telah memilih mereka. Hmmmm…rupanya hal-hal itu adalah bentuk ideal dari sistem di negeri ini, dan sebuah harapan yang mungkin butuh usaha keras untuk mewujudkannya tidak hanya dilakukan oleh segelintir orang tapi juga oleh seluruh warga negara di negeri ini.

Bosan dan muak itu lah yang sekarang terasa di dada. Bagaimana tidak, mendekati pemilu begitu banyak orang-orang baru dan lama berbondong-bondong turun ke sawah, desa, laut, perumahan kumuh, membagi-bagikan sembako dan berbagai hal lainnya. Semua itu dilakukan hanya untuk mencari dan mendapatkan simpati, cinta dan image baik di mata rakyat agar nanti menjadi juara pada pemilihan tahun ini. Parahnya yang dilakukan oleh para pencari pekerjaan tersebut (baca: para caleg, capres, dan parpol) dalam mempromosikan visi-misinya sekarang menaruh iklannya di media massa. Lihat televisi dan koran betapa senangnya mereka menjejali kepala kita dengan janji-janji yang belum tentu terwujud setelah mereka menduduki tampuk kekuasaan. Cih, betapa mirisnya kondisi di tanah ini, rakyat selalu di bodohi dan di bohongi. Pembodohan massal itu yang terjadi sekarang. Rakyat selalu di buat berharap dan percaya dengan janji-janji manis lewat iklan yang selalu hadir dimanapun kita berada tanpa ampun, hingga lupa untuk bertanya-tanya latar belakang dari para peserta pemilu, dari mana dukungan dana kampanye mereka, bagaimana riwayat hidup serta pekerjaannya sebelumnya. Adakah wacana itu kini semakin berkembang di masyarakat? Tentu saja ada namun, itu hanya berkembang di tingkatan para intelektual, pengamat politisi, atau mungkin komisi pemilihan umum (KPU) tapi di tataran akar rumput adakah itu semua berkembang?. Bahkan saya pernah iseng bertanya kepada tukang becak mengenai hal-hal itu dan si tukang becak hanya menjawab : “Kalo saya mas yang penting dapur bisa terus ngepul. Kalo soal politik-politikan bukan urusan saya, itu udah ada yang ngurusin, kalo nyoblos ya tinggal nyoblos”. Cukup mengejutkan memang mendengar jawaban seperti itu dan mulai berfikir apakah semua masyarakat sebagian besar sekarang ini mempunyai fikiran seperti si tukang becak itu atau mungkin lebih parahnya mereka tidak mau dibilang mempunyai pola fikir seperti si tukang becak tersebut dan hanya berkomentar tanpa pernah mau melakukan tindakan yang sederhana namun cukup nyata: bertukar pikiran dengan mereka yang memang buta mengenai persoalan di negara ini, misalnya.

Kampanye yang dilakukan oleh para peserta pemilu tidak hanya memberikan janji-janji manis kepada rakyat tetapi juga sudah merusak keindahan pandangan mata, lihat saja seluruh sudut daerah dari desa sampai kota, dari laut hingga sawah semua penuh dengan poster, pamflet, dan baliho besar terpasang. Di pinggir-pinggir jalan, jembatan, tembok-tembok rumah bahkan pohon-pohon yang bertebaran di jalan menjadi sasaran untuk mempromosikan visi dan misi mereka. Dan yang membuat semakin ingin muntah ketika berita-berita yang disajikan semua tentang perkembangan pemilu yang menitik beratkan pada kampanye-nya saja sedangkan porsi untuk berita-berita lain mengenai kasus korupsi, kemiskinan, kerusakan lingkungan dan lain sebagainya menjadi berkurang. Pun akhirnya apa yang bisa kita lakukan adalah mengelus dada melihat dagelan yang di suguhkan dengan manis itu. Gegap gempita, pesta poria rakyat Indonesia yang disebut-sebut sebagai bentuk terwujudnya demokrasi itu sebentar lagi, semua orang disarankan agar memilih dan katanya suara kita menentukan nasib bangsa. Benar adanya kita yang menentukan nasib bangsa, namun bagaimana jika suara kita mengarahkan  bangsa ini kepada kondisi yang tidak berubah, mengalami stagnansi akut, memapankan status quo, atau bahkan lebih parah suara kita memenangkan orang-orang yang tidak memiliki tanggung jawab kepada tugasnya alias memberikan amanat rakyat kepada mereka yang memandang posisi di gedung wakil rakyat sebagai lahan pekerjaan. Jadi, suara kita menentukan nasib bangsa?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-2747111184520640708?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/2747111184520640708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/03/gegap-gempita-pesta-poria-rakyat-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2747111184520640708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2747111184520640708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/03/gegap-gempita-pesta-poria-rakyat-hati.html' title='Gegap gempita pesta poria rakyat : Hati-hati saat memilih!'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1118380106126321618</id><published>2009-03-11T00:26:00.001+07:00</published><updated>2009-03-11T00:27:20.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Bukan Waktunya Bercinta</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGREENP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGREENP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGREENP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US; 	mso-no-proof:yes;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hmmmm...ada apa ini? Pertanyaan itu yang spontan keluar saat melihat sebuah iklan di media masa. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Iklan atau tayangan advertising itu membuat diri ini semakin muak dan ingin muntah. Lihat, berapa banyak tayangan yang disuguhkan secara lezat dan penuh fantasi oleh media massa khususnya televisi, tanpa pernah kita sadari telah merasuk ke dalam otak dan perilaku kita. Banyak orang yang berbondong-bondong membeli berbagai produk yang di promosikan di majalah, koran, dan televisi tanpa pernah mereka sadari seberapa penting produk-produk tersebut bagi keperluan pribadinya. Namun yang lebih menyebalkannya adalah semakin banyaknya iklan/promosi dari berbagi partai politik menjelang pemilu di tahun ini. Tidak hanya itu, iklan tersebut selalu ditayangkan secara berulang kali dan ini adalah jurus jitu untuk mencuci otak kita agar selalu ingat dan parahnya akan memilih partai tersebut tanpa mengetahui latar belakang atau &lt;i style=""&gt;track record&lt;/i&gt;-nya. Pembodohan! itu benar adanya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kita sebagai warga negra “yang katanya dicintai” dipaksa untuk memilih parpol, capres, caleg dsb di pesta yang katanya pesta rakyat itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Umbar janji dalam setia penayangannya tidak memberikan manfaat bagi mayarakat luas. Tayangan debat politik yang menyangkut hal itu pun hanya menambah kebingungan masyarakat. Sadarkah? Kita dibuat dalam satu skenario besar untuk melanggengkan dan memapankan &lt;i style=""&gt;status quo&lt;/i&gt; para badut-badut lucu yang berperut besar dan berhidung merah di &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;negara ini. Kekuasaan dan kekayaan itulah yang mereka inginkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mungkin benar kata seorang teman yang kini entah berada dimana dalam sebuah catatan pribadinya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bahwa musuh utama dari itu semua adalah &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;para pemesan, yang punya duwit, punya kuasa, tetapi tidak punya harga diri dan iba. Merekalah musuh yang sesungguhnya. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ironis, selama ini kita selalu menyoroti para parpol, caleg dan hal-hal lain yang berbau pemilu serta pejabat di negeri ini yang selalu saja membuat rakyat susah dan semakin merana tanpa pernah (mungkin) tidak berani membongkar ada apa di balik selimut tebal kehangatan pesto poria (sekali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi) katanya pestanya rakyat. Ya, kita telah terlelap dalam gegap gempita masa muda yang penuh suka cita, hura-hura, serta masa-masa indah bercinta. Mungkin ini saat yang tepat teman, sahabat, kekasih untuk kita sedikit memberikan waktu sejenak kepada kepala kita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk melihat kembali ke masa lalu dari masing-masing kita, dan bertanya : apa yang telah kita perbuat sebagai mahluk sosial? Dan mungkin sekarang saya berkata kepada semua teman sebaya sudah saatnya berkata : “Sekarang bukan waktunya bercinta!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-1118380106126321618?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/1118380106126321618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/03/bukan-waktunya-bercinta.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1118380106126321618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1118380106126321618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/03/bukan-waktunya-bercinta.html' title='Bukan Waktunya Bercinta'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-4586768123265765631</id><published>2009-01-27T08:02:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T08:03:45.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;address&gt;senyum mu itu menempel di kepala&lt;/address&gt; &lt;address&gt;matamu bahkan menusuk mata ku&lt;/address&gt; &lt;address&gt;wajah mu tak mau lepas dari ingatan,&lt;/address&gt; &lt;address&gt;hilang duka lara, walau ini hanya sementara&lt;/address&gt;  &lt;address&gt;ingin sekali bertemu dan menyapa&lt;/address&gt; &lt;address&gt;namun lidah ini kaku terasa&lt;/address&gt; &lt;address&gt;hingga merubah semua menjadi aneh di dada&lt;/address&gt;  &lt;address&gt;tak mungkin badai terus terjadi dan tak mungkin pelangi kan selalu datang setiap hari&lt;/address&gt; &lt;address&gt;selamat malam, mimpi yang indah&lt;/address&gt; &lt;address&gt;tidur lah dalam buaian kenikmatan kasih sayang&lt;/address&gt; &lt;address&gt;semoga malam ini bulan dan bintang berikan kehangatan lewat sinarnya yang tertutup awan&lt;/address&gt; 
&lt;div style="text-align: right;"&gt;Cikini, 2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-4586768123265765631?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/4586768123265765631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/senyum-mu-itu-menempel-di-kepala-matamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4586768123265765631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4586768123265765631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/senyum-mu-itu-menempel-di-kepala-matamu.html' title=''/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-905738964248737731</id><published>2009-01-27T08:01:00.001+07:00</published><updated>2009-01-27T08:01:58.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Anda dimana? (2)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Selama ini anda ku cari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama ini pula hanya tapak yang tersisa dalam guratan ingatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ya…ingatan yang hadirkan sesak&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama ini anda ku cari…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padang rumput, rimba maya tiada jua kau ku temukan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hanya wangi tubuh tercium diantara hembusan angin&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Bekasi, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-905738964248737731?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/905738964248737731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/anda-dimana-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/905738964248737731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/905738964248737731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/anda-dimana-2.html' title='Anda dimana? (2)'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-4072481638694400376</id><published>2009-01-27T07:59:00.002+07:00</published><updated>2009-01-27T08:01:20.920+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Malam</title><content type='html'>&lt;p&gt;malam biar menjadi malam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gelap dan kelamnya hadirkan sejuta indah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sepi….sunyi…merayap diantara tumpukan lendir…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;lendir yang hadirkan muak dan ingin muntah…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;malam akan tetap menjadi malam…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hitam…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hai! kemana sang bulan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bersembunyi dibalik awan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;enggan menatap…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hanya menyeringai sinis dan berkata :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;kamu pecundang!!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;malam biarlah hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dalam alunan nada ku kan berdendang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tentang kerinduan dan kegalauan&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;mampus! aku terbunuh…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Tanah lapang, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-4072481638694400376?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/4072481638694400376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/malam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4072481638694400376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4072481638694400376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/malam.html' title='Malam'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-4230104977596672251</id><published>2009-01-27T07:59:00.001+07:00</published><updated>2009-01-27T07:59:55.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;address&gt;Tuan mengapa anda tak membiarkan semua berlalu dengan cepat&lt;/address&gt; &lt;address&gt;Tak bisakah anda memperpanjang waktu malam?&lt;/address&gt; &lt;address&gt;atau biarkanlah berjalan dengan lambat&lt;/address&gt; &lt;address&gt;Tuan semoga kita cepat bertemu dan berbincang &lt;/address&gt; &lt;address&gt;dalam satu tempat tanpa adanya waktu yang selalu bergulir
&lt;/address&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-4230104977596672251?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/4230104977596672251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/tuan-mengapa-anda-tak-membiarkan-semua.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4230104977596672251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4230104977596672251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/tuan-mengapa-anda-tak-membiarkan-semua.html' title=''/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2945230912665998951</id><published>2009-01-27T07:58:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:59:22.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Biar</title><content type='html'>&lt;address&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Biar Terhanyut
&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Biar Terbuang
&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Biar Terinjak
&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Biar hiruk pikuk menjadi&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;  &lt;address&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Biar mulut bicara&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Biar lengan tetap menulis&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Biar lirih mengendap di dasar&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Biar pedih luka meradang… Biar!

&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Bekasi, 2008&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-2945230912665998951?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/2945230912665998951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/biar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2945230912665998951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2945230912665998951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/biar.html' title='Biar'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-760434900391703432</id><published>2009-01-27T07:57:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:58:27.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>GM</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BERDIRI LAH TEMAN DENGAN TEGAK. ANGKAT TANGAN KIRI MU DAN KEPALKAN LAH BIAR PEDIH MELIRIH DAN MERADANG, KITA KAN TETAP MELESAT KENCANG…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TAK PERLU RAGU ATAU TAKUT. ANGKAT DAGU TINGGI-TINGGI, KUATKAN HATI KUATKAN KAKI ESOK HARI ANGIN KAN BERTIUP LEBIH KENCANG.  MARI TEMAN, MENDEKATLAH LEBIH DEKAT LAGI BERSAMA KITA LEWATI HARI DENGAN CANDA TAWA YANG TELAH USANG.  MARI TEMAN, GENGGAM ERAT JARI JEMARI BERSAMA SINGKIRKAN KERIKIL TAJAM AGAR MULUS JALAN UNTUK MENGGAPAI MIMPI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;HEY!!! USAH KAU LARA SENDIRI KITA INI KELUARGA. MARI BERSAMA KEMBALI MARI TERTAWA HILANGKAN PEDIH, MARI BERLARI MENGEJAR SESUATU YANG DIYAKINI TAK USAH PEDULIKAN KATA MEREKA, BIARKAN! ANGGAP ANGIN LALU KITA INI BERBEDA, KITA INI MUDA PERSETAN DENGAN SEMUA. KARENA KITA ADALAH KITA YANG BERUSAHA MENJADI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bekasi, 2008
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-760434900391703432?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/760434900391703432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/gm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/760434900391703432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/760434900391703432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/gm.html' title='GM'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-7954665655612655602</id><published>2009-01-27T07:56:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:57:17.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>200908 versi C&amp;C</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kepada teman,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari ini aku melihat seonggok daging yang mencoba untuk tidak hanya menjadi seonggok daging. Lelahnya melihat dunia memberikan sedikit harapan. Kita ada karena memang seharusnya kita ada. Sudah waktunya untuk kita melakukan penjelajahan jauh ke dalam masing-masing. Sudah saat nya lah satu atau kita semua beranjak meninggalkan gua kenyamanan ini untuk kemudian melihat kenyataan real lengkap dengan paket &lt;em&gt;hyperreal&lt;/em&gt;-nya. Teman! kentang goreng, es coklat, segelas heineken dingin, iga goreng, secawan kopi hangat, berbatang filter dan bergelas es teh, serta berbagai menu yang lainnya sungguh tidak berharga sama sekali. Karena hari ini pertunjukkan lucu dari seonggok daging baru saja di mulai. Pertunjukkan yang seharusnya banyak dilakukan oleh seonggok daging yang lainnya. Pertunjukkan perjalanan panjang untuk memulai mengukir sejarah dari keberadaan manusia di dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teman, sahabat… tak ada yang lebih yang tuhan berikan kepada manusia selain intelegensia. Itu sungguh berharga dan melebihi segalanya, melebihi cinta dua pasang anak manusia yang selalu menganggap bahwa mereka telah menemukan cinta sebenarnya. Ini melebihi dari kerasnya orang tua yang selalu memaksakan kehendak kepada anaknya. Ini mukjizat yang tuhan tiupkan ke dalam. Ini adalah dasar dari konstruksi logika berfikir yang dapat menjaga kita dari kerasnya terpaan arus modernitas, modal, serta jarum-jarum suntik dengan vaksin perusak otak yang di berikan oleh dokter barat yang super gila namun terlihat waras.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teman, sahabat, malam ini aku melihat sebuah janji dari seonggok daging yang bergejolak namun belum resah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teman, Sahabat, mari sejenak lupakan semua tentang sesaknya cinta, tentang kota yang selalu menghisap otak manusia, atau tentang jalanan yang padat penuh berjejal kendaraan. Mari angkat dagu setinggi-tinggi, lemparkan tatapan marah pada mereka yang selalu menganggap rendah. Berikan tinju terhebat lewat tinta dan pena yang kita punya. Biar kan semua terlontar, muntahkan saja segala yang kita rasa tak perduli jika mereka tak perduli, karena kita sekarang bukanlah seonggok daging. Bukan hewan. Menjadi ‘Fi ahsani Taqwim!’. Manusia yang sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teman, sahabat biarkan malam tetap menjadi malam yang gelap dan kelam. Biar keindahan malam hanya dapat dirasa jauh di dalam dada. Yang terjadi, terjadi lah. Pejamkan mata, lepaskan sedikit pikiran melayang, rebahkan lah tubuh dengan tenang… biar mimpi membelai lembut hati, jiwa, serta logika hingga akhirnya busuk dunia musnah sementara dalam buaian lembut benda-benda empuk. Selamat malam teman, sahabat. Kuat kan kaki, kuatkan hati, esok hari perjalanan panjang akan dimulai.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Semanggi, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-7954665655612655602?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/7954665655612655602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/200908-versi-c.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/7954665655612655602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/7954665655612655602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/200908-versi-c.html' title='200908 versi C&amp;C'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2024953265200033224</id><published>2009-01-27T07:55:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:56:19.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Obrolan Malam</title><content type='html'>&lt;p&gt;Awan hitam mengarak bergulung-gulung tepat disini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gemuruh angin kencang meniup dari barat ke selatan lalu ke timur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Halilintar sambar-menyambar, tarian indah di atas langit hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lolongan anjing sahut menyahut pertanda akhir dari semua&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Angin semakin kencang, bergejolak ombak di tengah lautan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lolongan anjing pekikkan telinga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hey… badai segera datang bersiap untuk bertahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kuat kan kaki kuat kan hati, hadapi dengan tenang…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini bukan kali pertama, meski berbeda ini tetap bukan yang pertama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Huuh… telat kah pelaut itu kembali?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hingga harus menelan pil pahit dari kulit binatang liar?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Huuh… terlambat kah pelaut itu sandarkan perahu nya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Huuh… memang sulit tuk dimengerti…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baiklah ini kali terakhir… sungguh ini kali terakhir…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Biar meradang semakin menganga luka tubuh…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Biar, menjadi santapan serangga-serangga malam dan akhirnya membusuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika apa yang ku punya dan ku jaga terpaksa di musnahkan, lalu apa yang sepantasnya dimiliki kemudian aku ini apa?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-2024953265200033224?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/2024953265200033224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/obrolan-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2024953265200033224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2024953265200033224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/obrolan-malam.html' title='Obrolan Malam'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-8596623870038807416</id><published>2009-01-27T07:54:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:55:28.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Luruh</title><content type='html'>&lt;p&gt;Mari lanjutkan kembali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski pedih dan lirih, melangkahlah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Biar mereka pergi jauh dari sini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari tapaki jejak-jejak sejarah agar terhindar sesat&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tangis hanya jalan terakhir atas jenuh kecewa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tawa awal sebuah derita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesal muncul diantara keduanya, terlambatkah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini melebihi segala rasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hitam, hijau, putih, merah, biru, merah jambu…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melampaui hal itu, sungguh!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seadanya, ya secara sederhana jauh dari bahagia&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semesta raya patut tertawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat keakuan mengeluh resah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Burung pun terbang jauh dari sarang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mesranya menggoda angkasa, membawa iri dalam dada&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maaf… Hanya berikan luka dan dosa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maaf… Pergi mungkin tak kembali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maaf… Hanya kecewa yang datang kali pertama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maaf… Bila tak mencoba&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maaf… Mari nikmati saja&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Bekasi, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-8596623870038807416?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/8596623870038807416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/luruh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/8596623870038807416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/8596623870038807416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/luruh.html' title='Luruh'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-3889471760450241971</id><published>2009-01-27T07:51:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:54:24.805+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>30rb</title><content type='html'>Langit cerah sirna seketika
Harap bahagia berganti duka
Di tanah lapang jauh disana
Terbujur kaku tubuh-tubuh layu

Resah menghimpit sesakkan dada
 Panas hati. Saat sedekah hilangkan nyawa
Hey bung!!! sadarkah kau akan semua
Hey para pengerat !!! coba lihat, pantaskah dengan yang mereka terima

 Hey !!! kau ini bodoh atau memang berpura-pura
Kesenjangan di depan mata kalian palingkan wajah
Tangis kalian adalah kebahagiaan kami
Tawa kalian tangis tanah nusantara

 Pantaskah kalian tetap berdiri?
Diantara duka dan sengsara
Belum cukup kah luka menganga ditengah riuh riang kota?
Cih…!!! tak bertindak hanya berkata, retorika jaman purba  

Hey!!! para penghisap darah
 Malam ini pedang akan terhunus 
Peperangan segera dimulai
Berharap kalian mati tertusuk ribuan dosa dari mereka yang sirna&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-3889471760450241971?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/3889471760450241971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/30rb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3889471760450241971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3889471760450241971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/30rb.html' title='30rb'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1961139094887318430</id><published>2009-01-27T07:50:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:51:12.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Krisis Energi: Benarkah Indonesia mengalaminya?</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya energi. Minyak bumi, gas alam, serta batu bara terpendam jauh dibawah tanah nusantara ini. Selain itu Indonesia juga adalah salah satu negara pengekspor batu bara terbesar di dunia. Hal itu berdasarkan hasil riset tahun 2007 dari lembaga riset agrikultur dan sumber daya ekonomi, ABARE, Australia. Laporan tersebut mengatakan bahwa pada periode tahun 2005-2006 perihal perdagangan batu bara dunia menempatkan Indonesia pada posisi sebagai pemasok batu bara terbesar yakni sekitar 25%. Sedangkan menurut pengamat ekonomi, Sony Sugema mengatakan bahwa produksi minyak bumi Indonesia mencapai 927 barel per hari dan produksi gas alam mencapai 700 barel per hari. Dengan angka dari jumlah produksi kedua sumber energi tersebut total produksi nya adalah 4,2 juta barel per hari dengan tingkat konsumsi masyrakat sebesar 1,2 juta barel per hari. Sungguh layak nya sebuah negeri yang makmur dimana tingkat kesejahteraan masyarakatnya sangat tinggi dan jauh dari kesan miskin.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun, semua kekayaan yang dimiliki oleh bangsa ini tidak semuanya dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya, terlebih dalam masalah penyediaan energi (listrik dan gas). Belum sempat hilang dari ingatan, ketika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), lalu adanya konversi minyak tanah menjadi gas yang kemudian disusul dengan ditariknya subsidi gas ukuran 12 Kg, hingga menyebabkan seluruh masyarakat miskin di Indonesia menanggung beban penderitaan akibat langka dan mahalnya minyak tanah. Kini, masyarakat pun harus menanggung masalah krisis energi yang ditandai dengan himbauan pemerintah kepada masyarakat dan industri untuk melakukan penghematan energi. Pemadaman bergilir di sejumlah daerah pun tidak dapat dihindari. Sungguh aneh krisis energi yang terjadi di Indonesia. Dengan sumber daya alam yang begitu banyak seharusnya masalah energi dapat diminimalisir dan kelangkaan listrik pun dapat di atasi. Solusi yang dikeluarkan melalui keputusan bersama tentang pembatasan jam kerja bagi industri – senin-jumat merupakan tingkat penggunaan listrik optimal, dirubah menjadi hari sabtu dan minggu – diberlakukan. Keputusan yang dilakukan oleh lima menteri mengenai penghematan energi tidak menunjukkan hasil yang cukup signifikan dan malah menimbulkan permasalahan baru di bidang tenaga kerja. Pemadaman listrik secara bergilir dan tidak terjadwal secara langsung dapat mengurangi tingkat produksi suatu industri terutama industri tekstil, hal ini tentu saja menimbulkan pengurangan sejumlah karyawan akibat kurangnya tingkat produksi, seperti yang terjadi terhadap ratusan pekerja pabrik tekstil di pekalongan terancam pemutusan hubungan kerja (PHK), bahkan para investor dari jepang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang telah berinvestasi leih dari 40 miliar Dollar AS mengancam akan meninggalkan Indonesia jika permasalahan pemadaman listrik tidak kunjung selesai, tak ayal tingkat perekonomian pun akan mengalami penurunan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berangkat dari dua contoh kecil diatas, akibat terjadinya pemadaman bergilir, kita dapat melihat bahwa krisis yang terjadi sekarang ini sangat-lah janggal dan tidak masuk akal. Sebagai negara pengekspor batu bara terbesar di dunia, seharusnya negeri ini dapat mencukupi kebutuhan energi bagi masyarakatnya. Salah satu sebab terjadinya krisi energi di negeri ini adalah adanya beberapa individu atau kelompok yang mementingkan saku celananya sendiri dan hal ini tidak tersentuh oleh pemerintah, bahkan pemerintah sendiri cenderung memapankan keberadaan mereka dengan dalih kepentingan pertumbuhan ekonomi nasional. Undang-undang (UU) No. 22/2001 mengenai minyak dan gas bumi hanya berpihak kepada para pemilik modal, tidak pada rakyat. Dalam undang-undang tersebut mengatakan bahwa : (1) Pemerintah membuka peluang pengelolaan Migas karena BUMN Migas Nasional diprivatisasi; (2) Pemerintah memberikan kewenangan kepada perusahaan asing maupun domestik untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak; (3) Perusahaan asing dan domestik dibiarkan menetapkan harga sendiri. Aneh, mungkin sepintas kata itu yang terucap kala melihat isi UU tersebut. Sangat tersirat makna bahwa Indonesia tidak dapat melakukan proses produksi sumber daya alam nya sendiri, dengan memberikan hak untuk melakukan ekplorasi dan eksploitasi, melenggangkan jalan bagi para pemilik modal untuk menguras habis dan menarik keuntungan yang sebesar-besarnya dari tanah yang sekarang kita injak ini, tentunya dengan memberikan sedikit hasil keuntungan tersebut kepada Indonesia. Selain itu hak untuk dapat menetapkan harga sendiri menyebabkan mereka (baca:pemilik modal) tentunya akan melihat potensi penjualan dipasaran dunia yang tentunya lebih menghasilkan ketimbang harus menjual dipasar dalam negeri., dan ketika semua sumber daya mineral tersebut dijual pada pasar internasional maka kebutuhan pasar dalam negeri pun akan mengalami kekurangan stok. Sedangkan UU mengenai batu bara hanya berupa keputusan menteri, perpres , dan inpres hal ini tentu saja belum cukup kuat untuk melindungi sumber daya batu bara kita dari tangan-tangan para pemilik modal. Ironisnya, disaat negeri ini membutuhkan stok batu bara, pemerintah justeru menyerahkan harga batu bara kepada pasar yang nota bene nilai jual batu bara di pasaran dunia cukup mahal ketimbang nilai jual dalam negeri. Data Merill Lynch (Indonesian Coal &amp;amp; Power Journal) menyebutkan bahwa pada tahun 2007 total produksi batu bara di Indonesia mencapai 198 juta ton dan yang diekspor mencapai 160 juta ton, atau 25 persen dari total ekspor dunia. Berarti hanya sekitar 20 persen produksi batu bara yang dijual untuk kebutuhan dalam negeri.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi, benarkah krisis energi yang sekarang melanda Indonesia benar-benar terjadi akibat tipisnya sumber daya alam, atau hanya isapan jempol belaka untuk menutupi tingkah laku negara yang berpihak kepada pemilik modal yang mungkin telah berselingkuh mesra dengan para penggerak pemerintahan negeri ini? Sungguh malang nasib masyarakat di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini. Kembali rakyat hanya dicintai ketika pemilu dan pilkada tiba. Selanjutnya, rakyat jua-lah yang harus tertimpa kesengsaraan atas perbuatan yang tidak mereka lakukan. Dimanakah negara saat rakyat membutuhkan perlindungan dari segala bentuk kesewenangan? Mungkinkah peran negara semakin terkikis oleh kuatnya arus kapitalisme dunia? atau mungkin kapitalisme adalah negara? atau mungkinkah sudah selayaknya konsep negara (Indonesia) harus ditinjau kembali? Mungkinkah…?&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="right"&gt;&lt;span&gt;                                                                                           &lt;/span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Bekasi, 2008&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-1961139094887318430?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/1961139094887318430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/krisis-energi-benarkah-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1961139094887318430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1961139094887318430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/krisis-energi-benarkah-indonesia.html' title='Krisis Energi: Benarkah Indonesia mengalaminya?'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2862397521792518824</id><published>2009-01-27T07:49:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:50:27.391+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>MATA MU MENUSUK MATA KU</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Mata mu menusuk mata ku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam kalbu ada getar baru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Siapa ini dalam hati, dirinya atau kamu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Si pembawa rindu saat siang mulai berlabuh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dua yang ada belum dapat di jamah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Rasa ini sungguh terasa sama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Mungkinkah diantara 1 dan 2 di situ 3 berada?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Atau diantara hitam dan putih, abu-abu berada?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Asap merah jambu berarak disini, tepat dibagian ini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Coba yakinkan diantara 1 dan 2, disitu 3 berada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dan diantara hitam serta putih, abu-abu selalu mengintai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Muncul pertanyaan : “Diantara S dan S mungkinkah ada S yang lain?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Mata mu menusuk mata ku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dibalik kaca mungil tersirat arti&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Penuh tanya, hanya asumsi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kembang hati enggan bersemi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Apa ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Adakah semua berarti?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;siapa ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Bersemayam tak juga pergi…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span&gt;2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-2862397521792518824?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/2862397521792518824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/mata-mu-menusuk-mata-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2862397521792518824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2862397521792518824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/mata-mu-menusuk-mata-ku.html' title='MATA MU MENUSUK MATA KU'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1916282831716225688</id><published>2009-01-27T07:48:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:49:43.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Tarian Malam Trotoar</title><content type='html'>&lt;span&gt;Dengarkan…dengar alunan irama suram&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tanpa denting piano, tanpa melodi merdu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Hanya sayup sepintas menderu, detak jantung kepasrahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Diam…! Biarkan menyelusup ke hati, rasakan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kian lama perlahan kesunyian menghilang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Satu demi satu instrument kepedihan berdendang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Menutupnya sang waktu dari kehidupan yang terus berjalan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Hantarkan tetesan air dari tatap sayu ribuan mata penuh harapan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tanah ini siapa yang punya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Limpahan air milik siapa?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Gemah ripah loh jinawi, benarkah?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ijo royo-royo hanya retorika si tuan bertahta?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Merah, kuning, hijau, biru, putih, hitam, ungu, cokelat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Hanya celoteh, menarik simpati &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kita disayang saat pesta dimulai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kita dicinta saat tertentu saja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dengar…dengarkan, alunan irama suram semakin kencang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tanpa hentakan genderang, tanpa tangga nada &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sssstttt…coba lihat tarian malam trotoar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Hening, sunyi, senyap,…sepi…tanpa gerakan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span&gt;2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-1916282831716225688?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/1916282831716225688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/tarian-malam-trotoar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1916282831716225688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/1916282831716225688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/tarian-malam-trotoar.html' title='Tarian Malam Trotoar'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-198886078423379801</id><published>2009-01-27T07:47:00.001+07:00</published><updated>2009-01-27T07:47:54.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Anda dimana?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Selama ini anda dimana?
Hilang meninggalkan jejak pada lumpur rimba logika…
Pada mereka ku bertanya tujuan anda…
Hanya gelengan kepala jawaban sementara..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ku jejaki satu demi satu padang rumput luas tanpa batas…
Melangkahi semua keraguan arungi kegilaan…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama ini anda dimana?
Ku jelajahi belantara maya hanya untuk bertemu dengan anda…
Tiap ruang ku masuki namun, tetap anda tak ada…
Padang elektronika, dinding-dinding kaca, bawa tawa satir kepedihan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hei…jika anda teringat pada hamba…coba beri tanda
Meski hanya dalam mimpi yang membawa igauan. Itu berguna
Hei…terlambat kah hamba meberitahu semuanya? Hingga derita harus diterima?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Cikini, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-198886078423379801?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/198886078423379801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/anda-dimana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/198886078423379801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/198886078423379801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/anda-dimana.html' title='Anda dimana?'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-4676455371425451666</id><published>2009-01-27T07:45:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:47:09.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Sunyi sepi…</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam tadi aku melihat mu bu. sederhana namun menusuk. entah mengapa kali ini kau begitu jauh, seolah enggan untuk berbincang. bu, malam tetap lah malam meski berbintang dan penuh keindahan ia akan selalu tampak kelam. memang ini hanya keniscayaan, tapi…mungkin dapat terselesaikan dengan sedikit kehangatan. bu, maaf. maaf atas semua yang terjadi. karena kali ini sungguh terasa berbeda. bu, maaf hanya kata dalam kalimat mampu berikan sedikit kelegaan atas sesak nya kehidupan. bu, semalam lambat laun diri mu semakin menjauh…hanya wangi tubuh tersisa pada jejak hembusan angin dan perlahan hanya kerinduan menyayat dalam sunyi.

&lt;div style="text-align: right;"&gt;Bekasi, 2008
                                                  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-4676455371425451666?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/4676455371425451666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/sunyi-sepi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4676455371425451666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/4676455371425451666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/sunyi-sepi.html' title='Sunyi sepi…'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2857176267244702393</id><published>2009-01-27T07:44:00.001+07:00</published><updated>2009-01-27T07:44:57.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Nilai itu Hilang</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada yang bilang bahwa kaum muda adalah tonggak keberlangsungan nasib suatu bangsa. Oleh karena itu sudah sepantasnya ia harus dipelihara dan dirawat secara baik. Namun, jika semua tak ada yang dapat melakukan hal tersebut maka kaum muda-lah yang sudah seharusnya memiliki inisiatif untuk selalu dalam posisi yang tepat…
***
whooooaaa…ada apa dengan kondisi sekarang ini? semua orang pergi ke sekolah hanya untuk satu tujuan yang benar-benar menyebalkan. Pekerjaan. Dimana nilai luhur sebuah pendidikan yang didalamnya terdapat ilmu pengetahuan? Inikah wajah asli dari bentuk peradaban modern? yang hanya menghasilkan manusia-manusia egois. huuuh…meski untuk mendapatkan uang kita harus bekerja, akan tetapi tidak sepantasnya kita memandang bahwa pendidikan yang sedang atau yang akan dilanjutkan sebagai cara jitu untuk memperoleh pekerjaan yang layak, sehingga menafikan ilmu pengetahuan dan tanggung jawab dari seseorang yang pernah mendapatkan bangku pendidikan. Saat ini tanpa pernah disadari, dunia pendidikan kita sedikit demi sedikit telah jauh dari bentuk aslinya. Pada awalnya pendidikan yang diharapkan dapat memajukan negeri ini dan menghasilkan manusia-manusia seutuhnya yang kritis, cerdas, berani dan memiliki nurani, kini hal tersebut tak dapat dilihat kembali. Semua terkikis perlahan namun pasti dengan derasnya arus kapitalisasi yang menyelubungi tiap jengkal kehidupan. Modal, sudah menjadi bangunan dasar pemikirian dari para pemilik institusi pendidikan yang kemudian disusupkan ke tiap kepala para pencari ilmu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal nyata yang sering kita temukan adalah banyak nya muncul pertanyaan ketika kita baru saja menyelesaikan kuliah atau sekolah, “Gimana, dah kerja belom lu?” atau ” Bapak, menyekolahkan kamu tinggi-tinggi agar kamu dapat pekerjaan dengan mudah!”. Kedua pertanyaan tersebut menyiratkan bahwa perubahan pola pikir masyarakat kita mengenai pendidikan hanya-lah sebatas untuk mendapatkan pekerjaan. Dan itu sah-sah saja, akan tetapi seperti yang telah disebutkan diatas bahwa sedikit demi sedikit nilai luhur dan suci dari pendidikan telah hilang sama sekali. Dan seolah-olah setelah kita menamatkan jenjang pendidikan tak ada hal lain yang dapat kita lakukan selain bekerja dan menghasilkan banyak uang. Lalu pertanyaannya, dimana fungsi dan tanggung jawab seorang terpelajar terhadap masyarakat dan bangsa ini? Bukankah seorang terpelajar memiliki fungsi yang sangat terpuji?…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cih…ini bukan berarti adanya kekesalan karena merasa kurang beruntung, tapi cobalah sejenak kita pikirkan, sebenarnya tujuan dasar kita untuk melanjutkan/mendapatkan pendidikan itu apa? tentu jawabannya bermacam-macam namun, jika jawaban yang terlontar hanya untuk “kerja” maka sia-sialah waktu yang dipergunakan. Jika kemudian dijawab, tidak akan sia-sia waktunya karena memperoleh ilmu yang tidak bisa didapatkan tanpa kuliah, maka percuma-lah kau buang uang mu selama beberapa tahun.
Karena, kita akan selalu seperti kita sejak umur nol kecil hingga sekarang. Tidak memiliki arti tersendiri.
Mulai-lah dari sekarang sebelum terlambat, mari masing-masing dari diri kita bertanya. “Apa tujuan hidup kita ini?”, “Untuk apa kita melakukan ini?”, “Apa yang sudah kita perbuat sejak kecil hingga sekarang?”, “Adakah kegelisahan dalam hati yang akan terus terjaga?”….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Satu-satunya hal yang dpat dibanggakan oleh kaum muda di era sekarang ini hanya dengan menjaga semua mimpi.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Bekasi, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-2857176267244702393?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/2857176267244702393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/nilai-itu-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2857176267244702393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2857176267244702393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/nilai-itu-hilang.html' title='Nilai itu Hilang'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-8116020358724285782</id><published>2009-01-27T07:43:00.001+07:00</published><updated>2009-01-27T07:44:01.955+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menulis'/><title type='text'>Melihat Dari Sisi Lain</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Cinta…?, Tahik kucing!”. Ucap seorang teman, yang tampaknya sangat alergi dengan hal abstrak itu. Mungkin teman ku salah satu dari sekian banyak orang yang enggan berdekatan dengan si setan merah jambu (baca: cinta). Entah apa sebabnya, seseorang ingin menghindari hal itu, hingga harus membenci. Parahnya ada yang sampai takut mengalami jatuh cinta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu apa cinta itu? Suatu perasaan suka manusia terhadap benda-benda? Atau penyatuan sang pencipta dengan ciptaannya? Atau mungkin, cinta adalah akumulasi perasaan yang muncul tanpa sebab? Banyak dari kita masih mengira-ngira arti cinta, bahkan para penyair dan pakar mencoba memberikan definisinya mengenai cinta, namun belum ada jawaban yang memuaskan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian pantas kah kita membenci cinta? Tentu jawabannya adalah tidak. Karena cinta adalah hal murni yang memiliki dimensinya tersendiri dalam jiwa manusia. Ia tidak dapat dipisahkan dan terpendam jauh dalam lubuk hati. Ia akan selalu hidup dan muncul ke permukaan jika sesuatu ada yang menyulutnya. Cinta-lah yang membuat kita dapat merasakan sakit, senang, benar, salah, bimbang, sayang, peduli terhadap orang lain dan berjuta perasaan lainnya yang dapat menjadikan kita sebagai manusia seutuhnya. Apa artinya kehidupan ini bila kita menganggap cinta hanya membawa segudang permasalahan hingga harus membencinya. Semua pasti akan terasa datar dan tanpa arti. Sejuta keajaiban yang terjadi dan sudah seharusnya dapat kita rasakan akan terlewati begitu saja. Sia-sialah semuanya tanpa adanya si setan merah jambu. Persoalan seseorang yang benci akan cinta hanya-lah persoalan emosi yang terakumulasi akibat perbuatan kurang menyenangkan dari orang lain, lingkungan atau faktor lainnya terhadap diri kita. Nah, dari hal itulah memunculkan rasa marah dan lupa untuk menoleh kembali ke belakang atas semua permasalahan. Hematnya, dengan begitu muncul keinginan untuk menjaga jarak dari si setan merah jambu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Teman”, perasaan suka (cinta) timbul tanpa pernah diminta, ia datang dengan sendirinya, memberikan sedikit perbedaan dalam hidup. Betapa pun kita berusaha untuk tetap menjaga jarak dengan cinta, itu tidak akan berguna sama sekali. Karena ia terletak tepat di dalam jiwa manusia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebencian kita terhadap cinta setidaknya perlu dikritisi secara seksama. Apakah kita benar-benar benci terhadap si-cinta-nya atau benci terhadap seseorang yang mengaku cinta terhadap kita? Banyak orang terjebak dengan hal itu. Semisal kita menjalin hubungan dengan lawan jenis, kemudian orang yang kita sayangi itu mengecewakan kita dengan tindakannya dan mau tidak mau hubungan tersebut kandas. Atau bila masalah yang datang bukan dari orang yang kita sayangi. Keluarga misalnya, yang tidak suka dengan hubungan kita dan terpaksa akhirnya harus mengakhiri hubungan itu. Lalu dimana letak kesalahan si-cinta. Apakah mungkin ia menjadi sebab semua hal tersebut?, hingga harus menyalahkan sekaligus membencinya. Satu hal yang terpikirkan kenapa banyak orang harus membenci cinta dan itu tidak pernah kita sadari sedikit pun. Kebencian, keengganan, atau apapun bahasanya terhadap cinta muncul karena kepicikan pikiran kita sendiri yang tak ingin menoleh ke belakang, melihat semua fakta yang terjadi dalam setiap kejadian hubungan percintaan. Adanya marah terhadap si-cinta entah itu kita dikhianati, tidak disetujui orang tua, teman, atau yang lainnya, merupakan bentuk dari adanya intervensi perasan terhadap pikiran. Kemudian secara perlahan pengaruh tersebut mengendap bercampur dan pada akhirnya menyulut emosi. Sehingga kita sedikit susah atau mungkin tidak dapat membedakan antara logika murni dengan logika yang dikuasai oleh perasaan untuk benar-benar memahami persoalan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teman, maaf bukan bermaksud menggurui atas semua permasalahan yang ada. Tulisan ini hanya sebagai alat untuk kita bersama-sama bercermin, menoleh kembali apa yang telah kita perbuat di masa lampau agar setidak nya kita dapat mengurangi bahkan menjauhkan kita dari piciknya pikiran sendiri. Mencoba memandang semua hal tidak dari satu sudut yang hanya mengedepankan subyektivitas pribadi. Mari…, duduk bersama dengan segelas kopi hangat atau pun hanya segelas air mineral, kita bicara mencurahkan semua material abstrak yang ada di kepala. Berusaha mencari sedikit titik terang yang nantinya tetap akan kita pertanyakan di akhir cerita masing-masing, terlepas dari salah dan benar, baik dan buruk, serta penuh akan tanda tanya. Kita ini hanya manusia biasa yang tak akan pernah memberikan batas atas keterbatasan kita…&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Jakarta, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-8116020358724285782?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/8116020358724285782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/melihat-dari-sisi-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/8116020358724285782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/8116020358724285782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/melihat-dari-sisi-lain.html' title='Melihat Dari Sisi Lain'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-147281685470025592</id><published>2009-01-27T07:41:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:42:40.100+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>…Kawan…</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kawan…
“Kadang kesendirian itu membuat keramaian menjadi sepi”
mungkin saat ini, kalimat itu yang dapat kuberikan untuk mu…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kawan…
“Kadang hati selalu berpindah tempat. ia dinamis”
mungkin kalimat ini pun hanya gambaran apa yang sedang kurasakan…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kawan…
“Antara hitam dan putih, memang harus memilih. Namun tak mudah”
mungkin satu kalimat diatas dapat kau mengerti…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kawan…
“Setan Merah Jambu…rasuki dalam tiap jengkal nafas…”
hahaha…kawan ku ingin sejenak hilang kesadaran…sampai waktu yang tepat meski lama…haaaah…
lelah rasanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Jakarta, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-147281685470025592?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/147281685470025592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/kawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/147281685470025592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/147281685470025592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/kawan.html' title='…Kawan…'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2776090202066690019</id><published>2009-01-27T07:40:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:41:15.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Hanya ingin berucap</title><content type='html'>&lt;p&gt;Aku hanya ingin berucap
bahwa bintang tak selamanya bersinar…
siang dan malam pun akan selalu berganti…
barat dan timur selalu akan seperti itu…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teman… jauh dari sini terus berharap
bulan dan matahari dapat bertemu
menebus semua kekalutan yang tak mungkin terlontar…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Riak dada semakin tinggi membentur
satu demi satu runtuh
bertahan atau mungkin maju…
pun, mundur semua hasil adalah sama..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;pengecut?
bukan, kawan…
gentleman, persetan!!!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Cikarang, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-2776090202066690019?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/2776090202066690019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/hanya-ingin-berucap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2776090202066690019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2776090202066690019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/hanya-ingin-berucap.html' title='Hanya ingin berucap'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2896216163440328013</id><published>2009-01-27T07:39:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:40:26.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Mari Bersama kembali Bu</title><content type='html'>Hey…hari ini tanpa pernah diduga aku bersama mu bu! Habiskan waktu hingga malam menjelang oh…sungguh senang. Bu…banyak yang ingin kukatakan pada mu. Namun, tiap kali bertemu sapa tak satu pun kalimat terangkai dengan sempurna. Hanya senyum yang ada dan dialog membosankan di tiap waktunya. Hey, bu!!! mungkinkah ku ajak mu nikmati secangkir kopi hangat atau mungkin teh manis di pinggir jalan? Hey bu!!! sore ini rupanya makin indah…entah sadar atau tidak.
Hari ini tanpa pernah diduga kita bertemu sapa…namun kali ini ku berniat berbincang. Tapi, tetap lidah ini rusak seketika. Bu, aku takut…takut untuk melihat mu…takut untuk mengatakannya…takut akan segalanya…
Ibu…maafkan dalam ketiak ku bersembunyi, bukan akibat ku tak punya nyali…tapi hati ini telah pergi atau lebih tepatnya “dicuri”.
Hey…Bu!!! kapan waktu mari bersama kembali. habiskan sore dengan teh atau kopi. Baiklah bu…ku tarik nafas ini dengan tenang agar tampak lega semua…dan bertanya :
“Ibu…, pernah terpikir aku?”

&lt;div style="text-align: right;"&gt;Cikini, 2008
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-2896216163440328013?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/2896216163440328013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/mari-bersama-kembali-bu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2896216163440328013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/2896216163440328013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/mari-bersama-kembali-bu.html' title='Mari Bersama kembali Bu'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-7518297886061769693</id><published>2009-01-27T07:38:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:39:07.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>Hapus memori</title><content type='html'>&lt;p&gt;Malam ini berniat membunuh memori
Meski perih terasa, harus berhenti
Disini kembali bayang-nya hadirkan sesak
Ingin rasanya menghapusnya dari kepala&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedikit demi sedikit
Perlahan namun pasti
Coba berharap hilang ingatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tubuh ini mulai lelah
Menanti Hujan turun saat kemarau
Kering sudah rasanya, menatap bulan
Rindukan Bintang…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lelah sudah, mari hentikan semua
Teguk lagi tanpa tersisa
Tak perlu perduli biar semua terpendam mati
Biar bintang bergoyang dalam alunan irama genderang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hari ini berjanji
entah esok hari
mungkin pasti
atau sama sekali tak bisa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya, malam ini akan ku bunuh semua…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bekasi, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-7518297886061769693?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/7518297886061769693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/hapus-memori.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/7518297886061769693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/7518297886061769693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/hapus-memori.html' title='Hapus memori'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-3011194940372790421</id><published>2009-01-27T07:34:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:38:26.658+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>“X”</title><content type='html'>&lt;p&gt;Entah mengapa sungguh susah melupakan semua rasa
meski bergelas sudah dihabiskan tetap kau tak beranjak pergi
APA YANG HARUS DIPERBUAT?
adakah jawaban?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Haruskah pergi…berpaling dari semua?
menghindar dari kenyataan, ynag cukup membuat muak
muntahkan isi yang menghimpit dada…
oh…andai dia tahu!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak mungkin malam dan siang bersatu
dalam satu alunan melodi orkestra malam
oh…maaf telah menyusahkan
membuat kenyamanan ini berganti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berlari menghindar, percuma
pun, ia terus menghantui
oh…ingin rasanya hancurkan ini
ingin rasanya merobek wajah asli
agar semua tahu, bahwa rasa telah goyahkan tubuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disini kembali…
sambut sang setan…
merah muda selimuti hari ke hari
persetan dengan semua
harus membunuh hari esok
yang tak selalu pasti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;terlintas ingin rasanya berlari
menembus imaji, hindari bulan dan mentari…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;seorang kawan bersaran…
“Ungkapkan saja…!!!”
jawabku, “Haruskah?”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Jakarta, 2008
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-3011194940372790421?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/3011194940372790421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/x.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3011194940372790421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3011194940372790421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/x.html' title='“X”'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-43594245951127495</id><published>2009-01-27T07:32:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T07:34:35.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bukan Puisi'/><title type='text'>SUNGGUH</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sungguh, kau telah membungkam ku
Sungguh, kau lemaskan tubuh
Sungguh. sungguh kau bukan keniscayaan dan bukan untuk diharapkan.
biar semua hilang, peduli setan anggapan orang.
Sekali kau rasa, musnah semua&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hanya berdoa semoga kau terkena…&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;Jakarta, Agustus 2008
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-43594245951127495?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/43594245951127495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/sungguh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/43594245951127495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/43594245951127495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2009/01/sungguh.html' title='SUNGGUH'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-3886482107754174582</id><published>2008-08-12T23:37:00.000+07:00</published><updated>2008-08-13T02:20:15.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sedikit Tentang Monas'/><title type='text'>MARI KELUYURAN DI MONAS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Emmm... mungkin dari kalian semua udah pada kenal tempat yang satu ini. MONAS alias tugu Monumen Nasional. Tempat yang cocok untuk ber-olahraga kala hari libur tiba, tamasya bareng keluarga, hingga main kembang api bersama doi tersayang...(alah!!!). Yup, bener banget! Monas sungguh indah saat malam hari bahkan cenderung romantis (kata yang lagi berduaan sih) tapi keindahan Monas tidak hanya itu saja, Monumen yang dibangun sejak Agustus 1959 juga dapat mengingatkan kita akan sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah. Hal tersebut tampak ketika kita memasuki museum yang terletak di dalam Monas itu sendiri. Ditempat ini kita bisa melihat diorama peradaban bangsa Indonesia mulai dari zaman megalithikum sampai zaman kerajaan singosari. selain itu, ada pula replika teks proklamasi yang terbuat dari emas dan kita dapat mendengar rekaman suara presiden RI pertama, Ir. Soekarno, saat memproklamirkan kemerdekaan negara ini.
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Monumen yang terbuat dari batu berjenis marmer ini, memiliki tinggi kurang lebih 137 meter, dengan dihiasi oleh nyala api pada ujungnya menandakan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah yang tak kunjung padam.  Selain itu struktur ukuran monumen tersebut juga melambangkan hari kemerdekaan republik yang katanya tercinta ini (ooopppsss...): tinggi cawan 17 meter dari lantai dasar, 8 meter dari lantai museum, dan ukuran cawan 45 x 45 meter. Dari puncak monas kita juga dapat melihat keadaan wilayah Ibu Kota. Oya, kita juga bisa melihat Gn. Salak, dan pulau-pulau kecil di sebelah utara Jakarta, dari atas sana lho. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Okay... that's a short history about our lovely Monas. Pastinya, jika sedang tidak punya tujuan dan isi kantong tidak memungkinkan ya ke Monas aja. Karena selain dapat menambah wawasan dan mempertebal kecintaan terhadap sejarah negeri ini, monas juga di saat menjelang malam cihuy banget susananya. Tinggal cari tempat yang pas, lalu duduk di sembarang tempat (asal jangan di rumput lho) tepat berhadapan dengan batu tinggi tersebut dan BUUMM...kalian bisa menebak tentunya apa yang selanjutnya dirasakan. Permainan sinar lampu yang kerap berganti warna menambah monas tampak semakin manis saat malam hari. Di waktu-waktu tertentu kita dapat menyaksikan pertunjukan air mancur menari  yang digerakkan secara mekanis. Sedangkan disiang hari kita dapat naik sampai puncak si Monas dan melihat rusa totol yang memang sengaja ditaruh di sebelah selatan monumen tersebut. Nah, soal urusan makanan tidak sulit untuk mencarinya. Kantin dengan harga yang terjangkau dapat kita temukan dipelataran parkir, tentunya dengan berbagai menu yang cocok dengan lidah orang Indonesia deh. Bagi mereka yang lebih suka menikmati suasana sambil meminum kopi, jangan takut hampir di setiap bagian taman monas banyak para penjaja kopi keliling. Kerap juga ditemukan penjual nasi dan mie rebus instan. Nah, saat mulai bosan menikmati suasana Monas dengan berdiam diri, mulailah berjalan-jalan. Dengan luas 80 hektar banyak tempat yang bisa kita jelajahi, tentunya dengan berjalan kaki. Jika enggan melakukannya kita bisa membeli tiket untuk menaiki kendaraan wisata yang telah disiapkan khusus untuk mengelilingi Monas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, sangat disayangkan meski banyak simbol-simbol yang mengajak orang untuk mencintai dan memelihara lingkungan, ternyata masih banyak para pengunjung monas yang membuang sampah di sembarang tempat. Tidak hanya itu, terdapatnya areal untuk bermain futsal, belum bisa mencegah pengunjung untuk tidak bermain bola diatas lahan berumput. Kondisi tempat penangkaran rusa totol pun terlihat kurang "sejuk". Bahkan larangan untuk membawa masuk kendaraan bermotor kerap dilanggar. Ya, mungkin memang begitu-lah sedikit rupa ke-disiplin-an bangsa ini, taat saat ada petugas yang mengawasi. Bila sang petugas tidak ada, ya tahu-lah apa yang terjadi...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Monumen yang sudah lima kali berganti nama ini, tampaknya semakin berhias diri agar tetap menarik perhatian seluruh warga Jakarta yang sudah keranjingan mal dan club. Taman-taman pun di bangun mengitari bangunan tersebut. Pagar pembatas makin diperkuat, pengamanan diperbanyak (ini gw liat tiap sudut banyak SAT POL-PP) guna memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Dengan semakin derasnya laju perkembangan zaman, Monumen Nasional tetap tegak berdiri. Entah sampai kapan si api abadi akan terus menyala memberikan pancaran semangat kepada seluruh masyarakatnya untuk terus memperbaiki kondisi negeri ini yang terpuruk akibat ulah segelintir orang.         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin cuma informasi singkat ini yang bisa diberikan tentang Monumen Nasional. Kalo kurang puas, segera kunjungi Monas. gak usah pikir lagi. Ajak semua teman tongkrongan, sahabat, atau doi ke sana dan rasakan perbedaannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Arsitek Monas : Frederich Silaban dan Sudarsono, konsultan Ir. Rooseno&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sejarah monas : dari berbagai sumber
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;seorang teman memberitahukan bermain kembang api di Monas menyenangkan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/855941896794429106-3886482107754174582?l=senjakalahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjakalahati.blogspot.com/feeds/3886482107754174582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2008/08/mari-keluyuran-di-monas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3886482107754174582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/855941896794429106/posts/default/3886482107754174582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjakalahati.blogspot.com/2008/08/mari-keluyuran-di-monas.html' title='MARI KELUYURAN DI MONAS'/><author><name>Muhammad. S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14939148440578311242</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
