Kamis, 30 Juli 2009

Sampah Plastik : Sebuah Ancaman Bumi

Kita dan semua orang lainnya tentu sudah tidak asing lagi dengan plastik. Dimana saja dan kapan saja, kita dapat menemukan benda berbahan dasar polimer itu. Kemasan makanan, mainan anak-anak, alat rumah tangga, peralatan kantor dan lain sebagai nya hampir ke-semua-nya dikemas atau berbahan plastik.

Alat tulis, kemasan makanan dan minuman, hingga pada saat membeli gorengan pun, plastik digunakan sebagai wadah pembungkusnya. Percaya atau tidak kehidupan kita dikelilingi oleh benda-benda yang dapat menyatu dengan berbagai jenis bahan pewarna ini. Lihat saja di sekitar dan juga diri kita, mana kah yang lebih banyak benda plastik atau benda-benda non-plastik?

Menggunakan plastik dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang sangat praktis karena selain tidak mudah pecah, tahan lama dan ringan, harga plastik juga relatif murah. Sudah sepantasnya-lah di minati orang banyak termasuk juga industri.

Berbagai kemudahan di berikan oleh plastik kepada setiap orang di zaman modern ini. Kantung plastik misalnya, ia dapat di lipat lalu dapat di masukkan ke dalam saku celana atau tas. Kita tidak perlu lagi membawa keranjang jika ingin pergi berbelanja. Bahkan kantung-kantung plastik itu dibagi kan secara gratis ketika kita membeli sesuatu di toko atau pun supermarket.

Salah satu tanda dari kemajuan zaman sejak ditemukan plastik dalam kehidupan kita tentunya. Namun, pernah kah kita mengetahui seberapa banyak plastik – semua jenis – yang di gunakan dalam kehidupan pribadi sehari-hari. Terpikir kah oleh kita bahwa semua itu akan membawa dampak negatif yang cukup besar bagi keberlangsungan bumi di masa depan? Mungkin kah terbesit bahwa kita memiliki tanggung jawab setiap kali menggunakan satu plastik? Adakah pertanyaan itu muncul?

Sebagian dari kita mungkin telah berfikir untuk mempertanyakan hal yang di sebutkan pada paragraf di atas. Namun sebagian dari kita (dalam jumlah yang besar) terlalu sibuk dengan berbagai aktifitas dan urusan perut nya masing-masing, hingga terkadang enggan atau bahkan malas untuk berfikiran seperti itu.

Selama ini kita mungkin terbuai dengan suguhan tayangan-tayangan serta reklame yang kerap kali menyajikan berbagai hal kemudahan dan status nilai yang didapat. Tanpa di sadari secara tidak langsung kita mengikuti himbauan-himbauan tersebut dan mulai membeli, membeli dan membeli, pada akhirnya kita melupakan hal-hal penting yang ada di sekitar kita: semua barang yang di beli akan berakhir menjadi tumpukan benda-benda usang – sampah.

Sampah Plastik dan lingkungan

Setiap penemuan pasti akan memberikan hal positif dan negatif. Kemudahan tentunya memiliki kelebihan serta kekurangan. Begitulah, kira-kira yang terjadi terhadap plastik. Saat ini dunia mulai mengkhawatirkan akan keberadaan benda tersebut, ke-khawatiran itu muncul akibat dari dampaknya yang di prediksikan dapat menggangu bumi beserta isinya.

Lihat saja apa yang terjadi dengan isi tempat-tempat sampah di sekolah, kampus, kantor bahkan sekitar rumah kita atau bahkan di tempat kalian membaca ini. Hampir sebagian isi tempat sampah itu adalah plastik di bandingkan dengan sampah lainnya. Belum lagi nasib bantaran sungai-sungai yang melintasi daerah tempat tinggal kita jumlah sampah plastik cukup mengkhawatirkan.

Keberadaan sampah plastik yang digunakan oleh kita tiap harinya saat ini sangat lah besar. Diperkirakan sebanyak 500 juta sampai 1 miliar kantong plastik di gunakan di dunia. Sampah-sampah itu jika di bentangkan maka dapat membungkus permukaan bumi. Serta diperkirakan sebanyak 170 kantong plastik dihabiskan oleh setiap orang per tahun.

Sungguh luar biasa dan tidak dapat di percaya akibat dari penggunaan plastik oleh manusia dan industri. Bagaimana tidak, peredaran plastik sudah tidak bisa di bendung. Semua orang bebas menggunakannya dengan semau nya (sekali atau dua kali pakai lalu tidak berguna). Hal itu juga di dorong oleh semakin banyak nya industri khususnya supermarket yang menggunakan plastik sebagai wadah barang belanja-an konsumen nya atau menjadi kemasan produk untuk beberapa industri lainnya.

Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Bayangkan dengan jumlah yang di luar batas itu akan berakhir menjadi benda yang tidak berguna dan berbahaya.

Badan Lingkungan PBB memperkirakan bahwa di tahun 2015 dasar perairan Samudera Pasifik akan tertutup sampah plastik yang luasnya dua kali daratan Amerika.Hal ini tentu saja akan berdampak negatif pada rantai makanan. Organisasi Internasional itu juga memperkirakan bahwa jutaan burung laut dan 100 ribu binatang laut mati setiap tahunnya dan ditemukan sejumlah partikel plastik di dalam perutnya, dan ini menjadi ancaman bagi kura-kura leatherback.

Di Indonesia sendiri sebanyak 300 juta kantong plastik di buang tiap tahunnya dan ini akan menyebabkan permasalah baru bagi Indonesia yang sudah memiliki banyak permasalahan di bidang lingkungan.

Perlu diketahui selain membutuhkan waktu 1000 tahun untuk ter-dekomposisi (terurai) secara sempurna oleh tanah, plastik juga tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya pun, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, contohnya saja pada jenis kantong plastik kresek yang sering di gunakan oleh kita sehari-harinya. Hal in berdampak buruk terhadap kesehatan manusia.

Selain zat tersebut terdapat juga bahan kimia yang berbahaya, yakni Bisphenol A alias BPA. Bahan kimia ini bisa merangsang pertumbuhan sel kanker serta memperbesar risiko keguguran pada ibu hamil. Zat adiktif seperti plasticizers, stabilizer, dan antioksidan dalam waktu kontak yang cukup lama dengan makanan dapat masuk secara bebas ke makanan dan akan menjadi ancaman kanker bagi manusia.

Selain membahayakan bagi mahkluk hidup dan bumi, plastik merupakan produk yang sangat boros. Industri plastik menghabiskan 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Ketika sudah terpakai keseluruhan plastik itu akan menjadi sampah yang menumpuk.

Namun dari kesemuanya itu dampak yang ditimbulkan oleh limbah plastik adalah pemanasan global. Sampah plastik jika di biarkan menumpuk akan mengeluarkan gas metana, sekali pun di bakar asap pembakaran tersebut menghasilkan carbon yang lagi-lagi semakin bertambahnya jumlah emisi gas rumah kaca yang ada di atmosfer bumi.

Senakin banyak plastik yang terbuang percuma, bumi semakin panas. Mulai lah dari sekarang atau akan menjadi saksi kehancuran kehidupan di bumi ini. Bijak lah dalam menggunakan plastik.

Sumber : Klik hyperlink

4 komentar:

Nadja Tirta mengatakan...

Save Our Earth !

moyoy mengatakan...

bener re kita harus berprilaku bersih seperti membuang sampah pada tempatnya karna sampah plastik beda dengan sampah organik yg cpt hancur

Senjakala Hati mengatakan...

@ Nadja Tirta : KOOL
@ Moyoy : Klo bisa jangan pake plastik lagi

akaparang mengatakan...

re. nyambung obrolan wara wiri kita nih. sepertinya kita ambil langkah untuk bikin web secara prof aja yuk. yang isinya seputar informasi,bisnis,teknnologi dan juga event pameran yang berhubungan dengan daur ulang. kitajuga jual barang2 yang daur ulang dengan cara kerjasama / affilisi dengan blog atau web yang sudah jualan atau mungkin juga langsung dengan pengrajinnya sekalian.
karena jika kita terjun langusung untuk distribusi dari bawah sepertinyaperlu modal besar dan belum tentu bisa ada yang monitoring. gw dah update juga sama doni perihal ini dan dia setuju.

btw mampir juga dong gw blog baru gw http://warungaudionline.blogspot.com

note : headbanner pesenan gw kalo dah jadi bakal gw upload. ok
tks man

Posting Komentar

Tukeran Link

Senjakala Hati

Award Friendship Diary Osi

Thanks To Diary Osi